BREAKINGNEWS.CO.ID - Jajaran Polres Kepulauan Seribu menggelar kasus terkait penjualan manusia (human Trafficking), Senin, (25/3/2019), seorang pria terpaksa berurusan dengan polisi setelah menjajakan wanita penghibur di suatu situs online.

Pria tersebut diketahui sebagai seorang mucikari berinisial TAA yang telah lebih dulu ditangkap di sebuah apartemen kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (23/5/2019)

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Muhammad Sandy Hermawan mengungkapkan pelaku ditangkap setelah memasarkan wanita tuna susila melalui situs semprot.org.

"Ditemukan sebuah akun bernama Shaman Angels dengan isi foto-foto perempuan yang bisa dipesan untuk melakukan pelacuran," ujar Sandy dikonfirmasi, Senib (25/3/2019).

Sandy mengatakan, tersangka meminta pelanggannya untuk mengirimkan biaya tanda jadi sebesar Rp 500.000.

"Jadi harga jasa tersebut adalah Rp 1,8 juta. Setelah transfer ke tersangka, pembayaran selanjutnya dilakukan langsung oleh pelanggan ke perempuan yang melayaninya," ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, TAA merekrut para wanita tuna susila dengan memanfaatkan jaringan dari rekannya yang melakukan aksi serupa.

"Wanita tuna susila yang dia pasarkan itu tidak ia kenal, tapi dia dapatkan dari jaringan rekan-rekannya yang lain itu," ujarnya.

Tersangka akan dikenai Pasal 45 Ayat (1) juncto Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Ancaman maksimal 6 tahun penjara dan denda sebanyak Rp 1 miliar," ucapnya.