BREAKINGNEWS.CO.ID - Setelah hampir setahun kasusnya diusut, polisi akhirnya menetapkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan lahan pelebaran jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos di Depok.

Penetapan status tersangka Nur Mahmudi dilakukan setelah dilakukan gelar perkara dengan dua alat bukti yang cukup. 

"Statusnya dinaikan tersangka terhitung tanggal 20 Agustus melalui gelar perkara dan ditemukan dua alat bukti yang cukup," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono, Selasa (28/8/2018).

Dalam kasus ini, Argo juga menetapkan status tersangka terhadap Sekretaris daerah (Sekda) Kota Depok Harry Prihanto. Meski sudah tersangka namun keduanya tidak dikenakan penahanan.

Terkait status tersangka yang tidak dilakukan, Argo tak menjelaskan detail. Dia menyebut bahwa hal soal penahanan merupakan kewenangan penyidik. "Belum (ditahan), penyidik yang punya kewenangan," jelas Argo.

Dalam kasus dugaan korupsi ini Argo mengatakan kerugiannya mencapai Rp10,7 miliar. Pengusutan kasus sendiri sudah diselidiki pada Oktober 2017 di Polres Depok. Proyek itu dilakukan pada 2015 silam.

Sebelumnya, Nur Mahmudi telah menjalani pemeriksaan pada Kamis (19/4/2018) lalu. Tercatat sebanyak 30 saksi telah diperiksa untuk mengusut kasus tersebut. Polres Depok juga bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta untuk menghitung kerugian negara dari proyek itu.