JAKARTA – Pangeran mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman mendapatkan peringatan dari kelompok Al-Qaeda perihal dosa yang akan ditanggung dirinya terkait dengan beberapa proyek kemajuan pembangunan di tanah Saudi. Dikutip AFP yang melansir buletin milik kelompok tersebut pada Jumat (1/6/2018), proyek yang disebut berdosa adalah mengizinkan wanita mengemudi kendaraan serta membangun bioskop.

"Era yang dipimpinnya [Mohammed bin Salman] membuat bangunan masjid berganti dengan bangunan bioskop," tulis kelompok yang berbasis di Yaman itu dalam buletinnya. "Ia terpengaruh oleh budaya sekuler dari timur dan barat. Ia membuka pintu untuk korupsi dan kemerosotan moral," lanjut tulisan tersebut.

Sebelum Al-Qaeda, kelompok lain, yaitu AQAP juga mengkritik penyelenggaraan ajang gulat WWE Royal Rumble di kawasan resor perbatasan Jeddah yang disebut menodai kawasan suci tersebut. "Mereka memamerkan aurat dan mengenakan simbol agama lain di depan penduduk Muslim," tulis kelompok AQAP. "Para koruptor tidak menghentikan hal itu, seperti mereka yang tidak menghentikan pertunjukkan film dan sirkus," lanjut tulisan tersebut.

Pada April 2018 lalu, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud meresmikan pembangunan komplek hiburan di dekat ibu kota Riyadh. Pembangunan taman hiburan dilakukan di atas lahan seluas 334 kilometer persegi. Sejumlah pejabat mengatakan proyek tersebut sebagai Disneyland milik Saudi, bahkan lebih megah dari yang dimiliki Amerika Serikat.

Pembangunan dilaporkan juga akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama meliputi pembangunan wahana bermain mewah, sirkuit balap motor, hingga taman safari. Kemudian pada Juni 2018 mendatang, Pemerintah Arab Saudi resmi mencabut larangan bagi wanita untuk mengemudi. Wanita-wanita diizinkan berada di belakang kemudi mulai 24 Juni 2018.

Wanita Saudi yang memiliki surat izin mengemudi dari luar negeri pun diperbolehkan meminta untuk surat izin domestik melalui proses terpisah yang akan menilai kemampuan mengemudi mereka. Dengan dicabutnya larangan mengemudi tersebut, wanita Saudi saat ini tidak perlu lagi minta izin dari kerabat laki-laki untuk memulai usaha atau bergantung pada sopir pria.