BREAKINGNEWS.CO.ID-Pemain sayap Kroasia, Ivan Perisic, terancam tidak bisa bermain pada laga final Piala Dunia 2018 melawan Prancis, Senin (16/7/2018) dini hari WIB di Luzhniki Stadium, Moskow. Pahlawan kemenangan Kroasia atas Inggris itu mengalami cedera cukup serius.

Perisic mendapat perawatan di sebuah rumah sakit di Moskow pada Kamis (12/7) kurang dari 24 jam setelah berperan besa dalam kemenangan yang diraih Kroasia atas Inggris di babak semifinal, Rabu (11/7) malam waktu Rusia.

Pemain berusia 29 tahun, yang kini menjadi incaran sejumlah klub besar dunia termasuk Manchester United, mencetak satu gol dalam kemenangan 2-1 di Stadion Luzhniki. Perisic juga memberi assist untuk gol penentu yang dicetak Mario Mandzukic.  Sebuah kantong es ditempelkan pada paha kirinya usai pertandingan untuk mengurangi pembengkakan.

Perisic menjadi salah satu pemain inti Kroasia, namanya selalu tertera dalam starting XI pilihan pelatih Zlatko Dalic. Ia juga menjalani tiga laga fase knock out yang menguras tenaga. Sebab laga berlangsung hingga babak perpanjangan waktu.

Untuk itu, skuad Kroasia pada Kamis kemarin diliburkan total untuk memulihkan kondisi fisik secepat mungkin. Pelatih Kroasia, Zlatko Dalic mengatakan terlalu dini untuk berbicara tentang kebugaran pemainnya menjelang final. “Kami merayakan sukses melaju ke final dan hari ini (Kamis) kami menjalani pemulihan. Saya belum siap berbicara tentang kondisi para pemain,” ujar Dalic.

“Sebelum pertandingan melawan Inggris kami memiliki banyak masalah, tetapi tidak ada pemain yang mengeluh. Tidak ada seorang pun (meski sangat kelelahan) ingin meninggalkan lapangan. Saya bangga melatih para pemain ini,” tegasnya.

Terkait pernyataan Zlatko Dalic itu Ivan Perisic menyebutkan, bahwa  karakter adalah faktor utama keberhasilan Kroasia menghadirkan keajaiban di Piala Dunia 2018 ini. "Ini adalah pertandingan yang sulit. Kami semua tahu apa yang dipertaruhkan dan seberapa penting babak semi-final, untuk negara kecil seperti Kroasia," ungkap Perisic di laman resmi FIFA.

"Kami memulainya dengan lambat, tapi kami menunjukkan karakter kami. Seperti yang terjadi di dua babak gugur sebelumnya, di mana kami selalu tertinggal terlebih dahulu. Kami [sejatinya] tidak terbiasa untuk setangguh ini," ujar winger Inter Milan itu.