BREAKINGNEWS.CO.ID -  Tim putra  Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) membuka peluang lolos ke semifinal usai menundukkan  Perbanas Institute di hari ketiga LIMA Basketball Nationals Season 7 di Gelanggang Remaja Jakarta Timur kemaren. Wakil asa Bandung ini kian dekat ke tiket babak empat besar berkat kemenangan dengan skor 65-55 yang sekaligus menjadi kemenangan kedua di babak penyihan gruo ini.

Temmy Setiawan menyumbang angka terbanyak untuk ITHB dengan koleksi   14 poin sekaligus membawa timynya menjadi pemuncak klasemen sementara penyisihan grup.

ITHB membuka keunggulan dua poin di satu menit pertama dan terus mendapat poin hingga menit ketiga. Perbanas mulai mencetak angka di menit keempat, dan skor menjadi 2-8 untuk keunggulan ITHB. Hingga lima menit pertama berakhir, Perbanas mencetak tiga poin lewat Muhammad Arief Febri Setiawan dan mempertipis selisih poin. Namun, lawan dari Bandung tersebut masih mempertahankan keunggulan hingga kuarter pertama ini berakhir dengan skor 20-15. Keunggulan tersebut bertahan hingga laga usai.

Meski kalah, namun  perlawanan ngotot tim ibu kota itu sempat membuat repot ITHB. Itu terlihat pada kuarter tiga dimana mereka sempat unggul satu poin.

Wakil zona West Java Conference ini   akan melakoni laga terakhir melawan juara  LIMA Basketball: Kaskus Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference Season 7, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

“Sebenarnya start kami kurang bagus, terutama dalam akurasi shooting. Namun, di kuarter selanjutnya mereka semakin baik. Kedua tim sudah sama-sama lelah, tetapi para pemain bisa menutupi kelelahannya dengan semangat untuk menang,” kata Ricky Gunawan, pelatih ITHB.

Sementara itu, asisten pelatih Perbanas, Zul Fahrizal, sudah memperkirakan timnya akan terlibat dalam perburuan tempat di semifinal sebagai runner-up terbaik. “Para pemain memang sudah terlalu lelah, karena waktu istirahat mereka kurang banyak. Stamina mereka juga semakin turun di kuarter ketiga dan keempat. Kami harus memenangi pertandingan dengan skor yang lebih banyak untuk bisa menjadi runner-up terbaik,” ucapnya.

Dari gup lain, putra Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang juga membukukan kemenangan kedua untuk memperbesar kans menjadi juara Pul Awa usai  menekuk Universitas Telkom Bandung dengan skor 81-36. Tiga pemain UPH mencetak dua digit angka dalam kemenangan ini.

Sebelum laga ini, UPH telah memenangi pertandingan atas Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada hari pertama. Telkom takluk tipis, 72-73, di laga debut mereka pada hari kedua, Selasa (6/8).

Hasil ini memperkukuh posisi UPH di puncak klasemen Pul Awal. Kemenangan atas Universitas Surabaya (Ubaya) pada Sabtu (10/8) akan memastikan posisi juara grup buat sang juara bertahan LIMA Basketball Nationals ini. Telkom dipastikan gagal melangkah ke empat besar usai menelan kekalahan kedua. Wakil Jawa Barat ini praktis tinggal mencoba mencatat kemenangan pertama saat menghadapi UNJ pada Jumat (9/8).

Telkom, debutan di LIMA Basketball Nationals ini, cukup mampu merepotkan UPH, terutama di periode pertama. UPH unggul 19-15 di akhir kuarter pertama. Perlawanan Telkom masih terlihat di kuarter kedua, tapi Muhamad Arighi dkk. mulai menegaskan keunggulan di kuarter-kuarter berikutnya. Setelah memimpin 35-26 saat halftime, UPH memperlebar keunggulan menjadi 30 poin (64-34) di akhir kuarter ketiga. UPH memenangi laga ini dengan kedudukan akhir 81-36.

Empat pemain The Eagles, julukan UPH, mencatat perolehan dua digit poin di laga ini. Mereka adalah Muhamad Arighi yang menghasilkan 14 poin, Patrick Nicolas 14 poin, Erick Jonathan Gosal 13 poin, dan Winston S. Wenjaya 10 poin. Kapten Telkom, Sulthan M. Fauzan, mengukir 17 poin. Yesaya Alessandro Michael Joseph Saudale (UPH) dan Wanda Wabisono (Telkom) membuat assist terbanyak, masing-masing empat assist.

Rebound menjadi kelebihan UPH di laga ini. Pasukan asuhan Stephen Lester Metcalfe ini mencetak total 63 rebound, berbanding 38 buah yang dibuat Telkom. Tiga student-athlete UPH, Arighi, Patrick Nicolas, dan Erick Jonathan Gosal, masing-masing mencetak rebound terbanyak dengan tujuh rebound. Memanfaatkan kelebihan postur pemain-pemainnya, UPH pun unggul dalam point in the paint (44-20) dan second chance point (26-5).

“Kami tidak memikirkan soal mempertahankan gelar. Untuk saat ini, yang kami pikirkan adalah pertandingan melawan Universitas Surabaya nanti. Para pemain mereka merupakan tantangan terbesar bagi kami. Kami akan bertanding dengan semaksimal mungkin. Kami juga akan melakukan istirahat dan pemulihan yang cukup untuk para pemain,” ucap Metcalfe.

Pelatih Telkom, Putra Ikhsan, mengakui keunggulan lawan. “Ini memang sesuai prediksi. Kami pasti kesulitan melawan UPH yang merupakan juara bertahan Nationals. Melihat permainan tim kami yang melawan di dua kuarter sudah cukup bagus untuk tim saya. Kami masih ingin mencuri poin di satu pertandingan terakhir,” ujarnya.