BREAKINGNEWS.CO.ID - Terkait dengan keputusan pemerintah Amerika Serikat yang menarik diri keluar dari keanggotaan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-bangsa (UNHRC) yang dianggap munafik, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan tersebut.

"Israel berterima kasih kepada Presiden Trump, Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley untuk keputusan berani mereka melawan kemunafikan dan kebohongan badan yang disebut Dewan HAM PBB," kicau Netanyahu melalui Twitter-nya, Rabu (20/6/2018).

Netanyahu menganggap selama ini UNHRC bersikap bias (menyimpang) terhadap negaranya. Ia juga menuding dewan tersebut seringkali menebar sikap anti-Israel, khususnya dalam menangani konflik Israel dan Palestina.

"Alih-alih menangani rezim yang secara sistematis melanggar HAM, UNHRC secara obsesif berfokus pada Israel, salah satu negara demokrasi sejati di Timur Tengah," kata Netanyahu. "Keputusan AS untuk meninggalkan organisasi berprasangka ini adalah pernyataan tegas bahwa semua sudah cukup. Israel menyambut baik langkah AS ini."

AS resmi keluar dari keanggotaan UNHRC pada Selasa (19/6). Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley menjelaskan bahwa keputusan itu diambil setelah melihat bahwa upaya reformasi organisasi Dewan HAM PBB tidak kunjung berhasil sesuai keinginan AS. Haley juga menganggap bahwa sejak lama, UNHRC menjadi pelindung negara pelanggar HAM dan bersikap bias politik.

Dibentuk pada 2006, Dewan HAM PBB memang dianggap kerap mengeluarkan keputusan dan laporan yang berbenturan dengan prioritas AS. Washington menilai selama ini Dewan HAM PBB sangat menaruh perhatian pada sikap Israel terhadap warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Sementara itu, Dewan HAM PBB dianggap sangat jarang menyinggung pelanggaran yang dilakukan oleh musuh AS, seperti Venezuela atau Kuba. "Kami mengambil langkah ini karena komitmen kami tidak mengizinkan kami tetap menjadi bagian dari organisasi munafik dan egois yang melecehkan hak asasi manusia," ujar Haley di New York.