BREAKINGNEWS.CO.ID – Kejaksaan Agung Israel, memberikan imbauan kepada seluruh kandidat dalam pemilihan umum untuk tidak menggunakan gambar tentara dalam masa kampanye mereka.

"Penggunaan foto tentara untuk tujuan propaganda dilarang selama 90 hari ke depan, sebelum pemilihan umum, terutama penggunaan foto tentara dengan perdana menteri," bunyi pernyataan Kejaksaan Agung Israel pada Kamis (7/2/2019) lalu. Larangan itu dikeluarkan setelah partai oposisi pemerintah, Partai Buruh, mengajukan keluhan kepada kejaksaan atas partai Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, Likud.

Dalam salah satu spanduk kampanyenya, Likud disebut menggunakan foto Netanyahu yang disertai oleh pasukan militer di belakangnya. "Perdana Menteri menggunakan tentara sebagai tokoh dalam kampanye pemilu," kata Partai Buruh.

Likud dianggap memakai foto tentara untuk memenangkan Netanyahu yang kembali mencalonkan diri dalam pemilu April 2019 mendatang, demi mengamankan kekuasaannya. Dikutip AFP, jajak pendapat menunjukkan bahwa isu keamananan masih menjadi fokus utama warga Israel.

Sebelumnya, Netanyahu juga kedapatan menggunakan foto bersama Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam salah satu papan reklame kampanyenya. Papan tersebut terpampang di jalan raya Ayalon, salah satu distrik tersibuk di Ibu Kota Israel itu. Belum jelas apakah penggunaan foto Trump tersebut telah mendapatkan izin dari Gedung Putih.

Israel direncanakan menyelenggarakan pemilihan umum pada 9 April 2019 mendatang, lebih cepat dari jadwal sebelumnya. Berdasarkan jajak pendapat, salah satu pesaing terberat sang petahana adalah mantan jenderal militer, Benny Gantz, yang dalam beberapa waktu terakhir terus melakukan terobosan. Meskipun tengah dirundung skandal dan kemungkinan menghadapi tuntutan dalam tiga kasus korupsi, Netanyahu masih dianggap sebagai kandidat PM terkuat di Israel.

Sejak 2017 lalu, dia sudah diinterogasi polisi sebanyak sembilan kali. Polisi juga sudah merekomendasikan jaksa agung untuk mendakwa orang nomor satu di Israel itu. Pada pekan lalu, Jaksa Agung Israel, Avichai Mandelblit, mengatakan tidak ada alasan yang bisa menghalanginya untuk mendakwa Netanyahu sebelum pemilu digelar. Akan tetapi, hingga saat ini, Netanyahu belum juga ditetapkan sebagai tersangka.