JAKARTA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya akan mengikuti jejak Amerika Serikat untuk keluar dari badan Kebudayaan PBB, UNESCO.

Netanyahu mengintruksikan kepada Kementerian Luar Negeri untuk menyiapkan pengunduran diri Israel dari organisasi bersama Amerika Serikat." Demikian isi pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Kamis atau Jumat (13/10/2017) WIB.

Netanyahu menambahkan keputusan Amerika itu sebagai langkah berani dan bermoral.

Langkah Israel untuk mundur diumumkan hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat menyatakan mundur dari UNESCO, setelah menilai bahwa lembaga tersebut 'anti terhadap Israel'.

Beberapa waktu lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam keras UNESCO karena memutuskan Kota Lama Hebron di Tepi Barat sebagai Warisan Dunia.

Tahun lalu, Israel membekukan kerja sama dengan UNESCO setelah badan PBB ini mengadopsi resolusi yang tidak lagi menyertakan kaitan Yahudi dengan satu tempat suci di Jerusalem.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri di Washington, Kamis (12/10) mengatakan bahwa UNESCO memerlukan 'reformasi fundamental'.

Juru bicara Kemenlu AS, Heather Nauert, mengatakan pemerintah AS mengambil keputusan ini setelah melalui pertimbangan yang sangat mendalam.

"Ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah Amerika dan UNESCO perlu melakukan reformasi fundamental," kata Nauert.

Setelah mundur maka Amerika Serikat yang dikenal sebagai salah satu pendiri UNESCO akan berperan sebagai negara pemantau.

Sejak Presiden Donald Trump berkuasa, AS mundur dari kerja sama perdagangan Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dan kesepakatan iklim yang disetujui di Paris. Trump juga menyebut kerja sama pertahanan Atlantik Utara NATO sudah tak lagi relevan.

Sejumlah diplomat mengatakan khawatir dengan dampak dari berkurangnya intensitas AS dalam urusan-urusan internasional.

Seorang diplomat di UNESCO mengatakan bahwa ketiadaan Amerika Serikat atau negara besar mana pun yang punya pengaruh adalah kerugian yang besar.

UNESCO bisa menjadi forum untuk mempromosikan nilai-nilai yang penting bagi AS sendiri seperti pendidikan dan kebudayaan, ujarnya.

BREAKINGNEWS.CO.ID