BREAKINGNEWS.CO.ID – Militer Israel dilaporkan sudah menghancurkan pondok-pondok aktivis Palestina di Khan al-Ahmar, desa suku Bedouin di Tepi Barat yang sudah digusur oleh pemerintah. Beberapa sumber Reuters menyampaikan kalau tentara Israel tiba sebelum matahari terbit pada Kamis (13/9/2018) dan menghancurkan gubuk-gubuk yang dibangun oleh para demonstran, tetapi tidak menyentuh tempat berkemah penduduk Bedouin. Seorang juru bicara tentara Israel menyatakan kalau ia tidak bisa memberikan informasi apapun.

Lima gubuk yang dihancurkan ini dibangun oleh aktivis dari kelompok HAM dan otoritas Palestina yang mendapat dukungan dari Barat untuk membantu komunitas Bedouin. Desa Khan al-Ahmar sendiri terletak dekat jalan penghubung yang melewati Tepi Barat, dari Yerusalem hingga ke Laut Mati.

Rencana Israel untuk menggusur desa serta memindahkan 180 penduduk Bedouin dikecam warga Palestina dan beberapa negara Eropa, yang mengkhawatirkan dampak pada penduduk dan harapan perdamaian. Suku Bedouin selama ini hidup berpindah-pindah sambil menggembalakan hewan ternak mereka. Warga Palestina menganggap penggusuran ini sebagai bagian dari rencana Israel untuk menciptakan permukiman yang akan memisahkan Yerusalem Timur dari Tepi Barat.

Selama ini, Israel serta Palestina memperebutkan wilayah Yerusalem Timur untuk menjadi ibu kota mereka. Pekan lalu, Mahkamah Agung menolak petisi untuk mencegah penggusuran ini, mendukung otoritas yang menyatakan bahwa desa itu dibangun tanpa ada izin. Akan tetapi, warga Palestina menyebutkan kalau dokumen-dokumen sangat sulit didapatkan.

Sebelumnya diberitakan, Mahkamah Agung Israel menyetujui penggusuran satu desa suku Bedouin di Tepi Barat, Palestina pada 5 September 2018 lalu. MA menolak permintaan terakhir atas kasus ini, yang mendapat kecaman berat dari masyarakat internasional dan menjadi pekik persatuan bagi penduduk Palestina. MA menolak permintaan agar Desa Khan al-Ahmar tidak digusur dan menegaskan bahwa penundaan penggusuran hanya berlaku satu minggu, Setelahnya, desa itu secara hukum harus digusur. Namun MA tidak menjelaskan tanggal penggusuran tersebut.

PBB, Uni Eropa dan banyak pemimpin negara lain telah menandaskan kecemasan mereka atas nasib desa kecil di Tepi Barat itu, yang terletak di timur Yerusalem. Para pemuka Palestina sudah berulangkali berkumpul di Khan al-Ahmar untuk memprotes rencana penggusuran. "Kami menentang keputusan itu dan tidak akan meninggalkan tanah kami," ucap Ibrahim Dahook yang tinggal di Khan al-Ahmar. Sementara itu, Israel menyebut bahwa desa tersebut dihuni oleh gubuk-gubuk kayu di luar pemukiman Yahudi, Kfar Adumim, dan dibangun di luar hukum.