BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemerintah Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan uji coba Arrow 3, sistem pencegat peluru kendali balistik yang dikembangkan bersama-sama pada Selasa (23/1/2019).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan bahwa uji coba tersebut berhasil dan memperingatkan musuh negaranya untuk berhati-hati. "Musuh kami yang ingin menghancurkan kami harus mengetahui bahwa kepalan tinju Israel akan menyasar mereka yang ingin kami sakit dan kami akan membuat perhitungan dengan mereka," kata Netanyahu.

Melanjutkan pernyataannya, Netanyahu berucap, "Kami akan terus mengembangkan sistem senjata paling mutakhir di dunia untuk memastikan keamanan warga Israel." Kementerian Pertahanan Israel kemudian menjabarkan lebih lanjut perihal keberhasilan uji coba sistem pertahanan rudal tersebut.

Melalui sebuah pernyataan, mereka mengklaim bahwa sistem radar Arrow 3 berhasil mendeteksi targetnya, yaitu replika rudal yang diluncurkan dari pusat Israel. "Pada saat yang tepat, alat intersepsi Arrow 3 meluncur ke arah target dan menyelesaikan misinya dengan sukses," demikian pernyataan Kemhan Israel sebagaimana dikutip AFP.

Uji coba ini dilakukan setelah musuh bebuyutan Israel, Iran, mengklaim berhasil menguji coba peluncuran rudal pada Desember 2018 lalu. Israel sedang berupaya membendung pengaruh Iran di kawasan, salah satunya dengan menggempur basis militer musuhnya tersebut di Suriah. Dalam beberapa hari terakhir, Israel meningkatkan serangan rudal ke negara tetangganya tersebut.

Arrow 3 ini diproduksi oleh Industri Dirgantara Israel bekerja sama dengan Boeing menggunakan biaya yang sebagian dikucurkan dari AS. Sistem ini sebenarnya sudah dikerahkan pada 2017 lalu setelah melewati sejumlah uji coba. Kemhan Israel tidak menjelaskan lebih lanjut tujuan dari uji coba pada Selasa (22/1) ini. Dalam penutup pernyataannya, Kemhan AS hanya menuliskan, "Kesuksesan uji coba ini merupakan pencapaian besar dalam kapabilitas operasional Israel dan kemampuannya untuk mempertahankan diri dari ancaman masa saat ini dan masa depan di kawasan."