BREAKINGNEWS.CO.ID - Menyusul kekalahan kelompok teroris pimpinan Abu Bakr Al Baghdadi, ISIS di Timur Tengah, lebih dari 9.000 anggota keluarga pejuang ISIS dikabarkan masih terperangkap di kamp penampungan Al-Hol, Timur Laut Suriah.

Juru bicara pasukan Kurdi, Luqman Ahmi, mengatakan sedikitnya 6.500 orang yang ada di kamp tersebut merupakan anak-anak. Ahmi menuturkan jumlah itu didapat sepekan lalu sebelum Pasukan Demokratik Suriah (SDF) mengumumkan kekalahan ISIS di Desa Baghouz, pada Sabtu pekan lalu.

Dikutip AFP Selasa (26/3/2019), puluhan ribu orang melarikan diri dari Baghouz dan wilayah-wilayah lainnya yang masih dikuasai oleh
ISIS dalam beberapa bulan terakhir. Sebagian besar militan dan pejuang ISIS telah dimusnahkan dan sisanya ditahan. Lusinan militan ISIS juga berbondong-bondong menyerahkan diri kepada pasukan koalisi AS sejak akhir pekan lalu.

Menurut SDF, sebanyak 66 ribu orang meninggalkan wilayah ISIS sejak Januari 2019 lalu, termasuk 5.000 pejuangnya dan 24 ribu keluarga mereka. Sebagian dari mereka berhasil kabur, sementara beberapa pejuang teroris asing memilih untuk bertahan sampai mati atau menyerahkan diri kepada pasukan koalisi AS.

Seorang wartawan AFP melihat lusinan orang yang sebagian besar merupakan pria keluar dari kamp-kamp teroris yang hancur di desa-desa terpencil di Baghouz yang berbatasan dengan Irak. "Mereka adalah pejuang ISIS yang keluar dari terowongan dan menyerah hari ini. Beberapa lainnya masih mungkin bersembunyi di dalam," papar juru biara pasukan Kurdi lainnya, Jiaker Amed.

Beberapa dari para militan itu memiliki perawakan berjanggut tebal dan mengenakan kaftan wol panjang seperti jubah berwarna gelap. Sementara itu, kaum perempuan dan anak-anak diangkut dengan truk ke sejumlah kamp yang dikuasai pasukan Kurdi dan koalisi Amerika Serikat lainnya.

Seorang pejabat urusan luar negeri Kurdi, Abdel Karim Omar, memperingatkan anggota ISIS termasuk keluarganya ini masih menimbulkan ancaman. "Ada ribuan pejuang, anak-anak, dan perempuan, dari setidaknya 54 negara, tidak termasuk Irak dan Suriah, yang merupakan bahaya serius dan bahaya bagi kami juga bagi masyarakat internasional," Omar.

"Jumlahnya meningkat secara besar-besaran selama 20 hari terakhir terutama dari operasi di Baghouz." Selain itu, Omar juga memperingatkan meski kekhalifahan ISIS telah kalah, sel-sel tidur kelompok itu masih menyimpan bahaya yang signifikan. SDF memastikan akan terus melakukan operasi untuk menyisir dan membersihkan daerah sisa-sisa ISIS untuk memastikan keamanan jangka panjang di wilayah tersebut.