BREAKINGNEWS.CO.ID-Lebih dari satu pekan pasca tsunami Selat Sunda yang menghantam beberapa wilayah di pesisir Banten dan Lampung selatan. Musibah yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam yang diakibatkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut tentunya menyisakan kedukaan yang mendalam, termasuk ribuan orang yang kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar kini tinggal di tempat-tempat pengungsian.

Pasca tsunami bantuan logistik terus dikirim, baik yang diberikan oleh pemerintah maupun berbagai elemen masyarakat. Kondisi pengungsi masih memerlukan bantuan. Pengungsi memerlukan bantuan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, MCK, pakaian layak pakai, selimut, tikar, pelayanan medis, dan lainnya. Setiap hari ada bantuan logistik, dari perhatian keprihatinan dan kepedulian masyarakat.

Itu pula yang ditunjukkan oleh Ikatan Remaja Nurul Ikhlas Cipayung (IRNIC). Tim dari IRNIC yang tinggal di kawasan Cipayung, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Minggu (30/12) menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang menjadi korban tsunami Selat Sunda. Bantuan logistik dari IRNIC khususnya diberikan kepada warga di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Anyer.

Tim IRNIC yang terdiri dari Raka, Haekal, Renal, Agus Pipit, Fauzan, Ipul, Lili, Revo, Cula, Daryatno, dan Trio pada Minggu sore sudah menyerahkan bantuan logistik yang secara simbolis diberikan kepada perwakilan warga Desa Pasauran.

Dari keterangan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda tercatat 431 orang. Sebanyak 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, sementara jumlah pengungsi mencapai 46.646 orang.

Selain itu, 1.527 unit rumah rusak berat, 70 unit rumah rusak sedang, 181 unit rumah rusak ringan, 78 unit penginapan dan warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak dan beberapa kerusakan fasilitas publik. Korban dan kerusakan material ini berasal dari lima Kabupaten yaitu Pandenglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus, Lampung selatan.

Jumlah korban dan dampak bencana paling banyak terjadi di daerah Pandeglang. Tercatat 292 orang meninggal dunia, 3.976 orang luka-luka, 8 orang hilang, dan 33.136 orang mengungsi.