BREAKINGNEWS.CO.ID-Berbagai musibah dan bencana yang melanda beberapa daerah di tanah air menumbuhkan keprihatinan sekaligus mengetuk kepedulian dan empati masyarakat luas. Berbagai elemen masyarakat turut berbagi, demikian juga dengan kelompok anak muda dan remaja yang tergabung dalam Ikatan Remaja Masjid Amaliyatussalam.

IRMAS yang berdomisili d Jalan  Kesehatan 1 Kavling Depkes, RT 04 RW 09 Cipayung Ciputat, Tangerang Selatan memberikan donasinya untuk korban tsunami Selat Sunda, 22 Desember 2018 silam.

Perwakilan IRMAS yang terdiri dari Zihan Mi'raj, Anja, Ega, Riski, Ilham, Dicky, Andika, Galang, Tofan, dan Dador pada Sabtu (5/1/2019) menyerahkan bantuan logistiknya kepada warga Kampung Kelapa Koneng RT02/06 Banyuasih, Cigeulis Kulon, Pandeglang, Banten.

Donasi dari IRMAS diterima secara simbolis oleh ibu Neneng, perwakilan warga kampung Kelapa Koneng RT02/06 Banyuasih, Cigeulis Kulon, Banten.

Pasca tsunami pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, yang mendera sejumlah wilayah di pesisir Banten dan Lampung selatan, saat ini diberlakukan masa transisi tanggap bencana.

Dari keterangan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Minggu (6/1) pagi ini jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda itu mencapai 450 orang.

"Selain itu, 14.059 orang mengalami luka-luka, 16 orang hilang, dan 33.721 mengungsi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Tidak hanya itu, jumlah bangunan rusak terus mengalami kenaikan. Bangunan tersebut di antaranya 2.752 rumah dan 92 penginapan atau warung. Alat transportasi sebanyak 510 perahu dan kapal, 147 kendaraan, serta dua fasilitas dermaga dan shelter juga mengalami kerusakan.

Terdapat lima kabupaten yang mengalami kerusakan, yaitu Pandeglang, Serang, Lampung Selatan, Pesawaran, dan Tanggamus. Pandeglang adalah wilayah terparah dengan jumlah orang tewas terbanyak.

"Kalau kita lihat dampak yang terjadi di lima kabupaten, paling parah ada di Kabupaten Pandeglang, yaitu 296 meninggal. Kebanyakan adalah wisatawan pengunjung. Kemudian 7.656 orang terluka, 8 orang hilang, dan 20.726 orang mengungsi," kata Sutopo.