BREAKINGNEWS.CO.ID-Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia atau PB PRSI tahun ini untuk kali kedua menggelar kejuaraan bertajuk 2nd IOAC atau 2nd Indonesia Open Aquatic Championship yang akan berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno Jakarta 1-9 Desember 2018.

IOAC pertama berlangsung di Stadion Akuatik GBK, 5-15 Desember 2017 merupakan test event jelang Asian Games 2018.

2nd IOAC 2018 juga akan melombakan empat cabang olahraga yakni renang 1-5 Desember, polo air 1-6 Desember, renang artistik 7-9 Desember, loncat indah 6-9 Desember, ditambah renang master 9 Desember 2018. 2nd IOAC 2018 ini diikuti para atlet terbaik nasional dan juga atlet asing dari berbagai negara.

“IOAC merupakan wujud nyata kepedulian dan perhatian PB PRSI terhadap kemajuan serta peningkatan prestasi semua cabor (renang, loncat indah, renang artistik, dan polo air). Kepengurusan PB PRSI sekarang membina dan mengembangkan setidaknya 4 cabor yang di bawah bendera PB PRSI secara merata dan seimbang, sehingga menghapus kesan adanya cabor yang menjadi anak emas,” ujar Pranata yang sudah tahunan membina loncat indah.

Danisa Wahyundari, dari cabang renang artistik menyambut positif gelaran IOAC yang memasuki tahun kedua. Karena event kali ini ada peserta asing yang tentu banyak hal positif yang bisa diperoleh.

“Buat renang artistik sendiri, tahun ini IOAC buka pendaftaran untuk peserta dari luar Indonesia. Kali pertama bikin pertandingan terbuka, tidak hanya untuk peserta lokal saja. Jadi diharapkan banyak peserta yang ikut dari negara-negara luar terutama negara tetangga,” ucap Danisa.

Sementara itu dari cabang polo air, Dean Baldwin yang menjadi pelatih timnas dan juga kini aktif di kepengurusan polo air Asia mendukung pagelaran IOAC tahun kedua yang mempertandingkan 4 cabang olahraga.

“Bentuk dan format kejuaraan ini untuk polo air sendiri sangat baik, karena formatnya sama dengan kejuaraan FINA dengan mempertandingkan 4 cabor akuatik sekaligus. Diharapkan kedepannya IOAC tetap berlangsung dari tahun ke tahun untuk memajukan dan membina 4 cabor akuatik secara bersamaan,” ucap Dean.

Ditambahkan Kabid Media PB PRSI, Zoraya Perucha, sejak direnovasi Stadion Akuatik GBK berkelas internasional dan sudah standart FINA. Stadion ini juga satu-satunya di Indonesia yang berstandar internasional, untuk menggelar 4 cabor sekaligus secara bersamaan.

“Kita punya 4 kolam berbeda ada kolam polo air sendiri, kolam loncat indah sendiri, kolam renang dan juga kolam pemanasan. Komplit. Dengan ditingkatkan kualitasnya menjadi internasional, diharapkan nilai media dan promosi juga meningkat. Kita harapkan dengan konsep ini akuatik makin popular di masyarakat Indonesia dan industri olahraga, akuatik semakin berkembang,” tutur Zoraya.

“Contohnya saat Asian Games lalu, penonton selalu penuh. Tidak hanya renang, tapi juga polo air, renang artistik, bahkan loncat indah yang tetap penuh walau pertandingannya sampai tengah malam,” imbuh perempuan yang akrab disapa Mba Ucha ini.