JAKARTA - Upaya Kapolri menembak mati para bandar narkoba dinilai tidak akan mampu menekan angka peredaran narkotika. Alasannya, para pelaku atau pengedar narkoba sudah "mewakafkan dirinya" karena tergiur dengan keuntungan yang besar. Koordinator Indonesia Narcotic Watch (INW) Josmar Naibaho menilai, upaya Kapolri Tito Karnavian perlu didukung, namun dinilai belum mampu membuat para bandar narkoba kapok.

"Sampai saat ini belum ada risetnya. Hukuman mati tak berbanding lurus dengan jumlah pelaku. Bayangkan saja sudah ada yang dieksekusi, makin tambah saja kan," kata Josmar tentang maraknya penyelundupan sabu di Tanah Air selama 2017-2018 di Jakarta, Senin (12/1/2018).

Keuntungan yang besar menurutnya menjadi faktor pemicu sulitnya barang haram tersebut diberantas. Bahkan, meski aparat sudah mengambil tindakan tegas, terukur dan terarah atau tembak mati, tak  membuat para bandar tak takut mengoperasikan dagangan haramnya di Indonesia.

Salah satu alasannya, lanjut Josmar, terkait banyak hal. Salah satunya adalah soal tingginya permintaan atas barang haram tersebut. "Ini menyangkut demand sehingga supply narkoba deras masuk dengan keuntungan yang menggiurkan," ujarnya.

Josmar berpendapat, pencegehan yang paling efektif soal narkoba dimulai dari lingkungan keluarga. Pemahaman dan kepedulian keluarga menjadi faktor penting untuk bisa melakukan pencegahan. "Misalnya suka gak dia main kayak korek gitu. Lalu suka ada sedotan di kamarnya. Jadi, orang tua mesti tanggap dan peduli memperhatikan keluarganya," jelas Josmar.

Josmar juga menegaskan, antara penindakan dan pencegahan yang dilakukan aparat penegak hukum harus berjalan stimultan. "Sehingga antara kasus yang diungkap dengan angka peredaran narkoba, hasilnya sama-sama baik," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada para bandar narkoba yang menjadikan Indonesia sebagai target operasi mereka. Genderang perang Tito terhadap narkoba dinyatakan dengan akan menembak nati setiap bandar narkoba asing yang menjadikan Indonesia sebagai pasar peredaran.

"Penindakan saya minta tegas kepada bandar narkoba. Kalau melawan ya ditembak mati apalagi warga negara asing yeng menarget Indonesia jadi penjualan narkoba. Tembak mati," kata Tito