BREAKINGNEWS.CO.ID -   Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan cenderung melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Itu terjadi lantaran para investor dan pemain bursa cenderung menunggu pengumuman bank sentral AS atau The Fed, terkait suku bunga acuan yang akan dikeluarkan pasca rapat komite  pasar federal terbuka (FOMC) pada 30-31 Juli mendatang.

“Pelaku pasar kemungkinan besar akan cenderung menunggu  keputusan The Fed," kata Hans Kwee dari Investa Saran Mandiri, Senin (29/7/2019).

 Dengan kondisi tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) diperkirakan  mengalami pelemahan serta bergerak di rentang support 6.314-6.269 dan resistance 6.385-6.419.  Walau begitu, investor tetap bisa memanfaatkan koreksi untuk akumulasi saham. Ia merekomendasikan saham PT Bank BJB Tbk (BJBR), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Hal serupa juga disampaikan   analis Artha Sekuritas, Dennies Christoper Jordan.  Ia  memprediksi IHSG akan masuk zona merah karena  secara teknikal, IHSG menunjukkan potensi terkoreksi.  "Pergerakan masih dibayangi oleh kekhawatiran investor terkait faktor global," katanya.

Ia meramalkan indek akan bergerak di level support 6.270-6.297 dan resistance 6.369-6.414.

Lesunya gerak IHSG mulai terpantau pada pekan lalu. Indeks ditutup di posisi 6.325. turun 1,19 persen atau 76,12 poin pada perdagangan Jumat (26/7).

Dalam sepekan IHSG melemah 2,03 persen dari level 6.456 ke 6.325.

Kondisinya berbanding terbalik dari saham-saham utama Wall Street yang kompak menguat. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 51,47 poin atau 0,19 persen menjadi 27.192. S&P 500 naik 22,19 poin atau 0,74 persen menjadi 3.025. Sedangkan Nasdaq Composite naik 91,67 poin atau 1,11 persen menjadi 8.330.