BREAKINGNEWS.CO.ID - Instagram siap bersaing secara langsung dengan YouTube. Seperti dilansir dari Tech Crunch, Rabu (20/6/2018), layanan berbagi foto dan video itu mengumumkan bahwa para pengguna kini bisa mengirim video berdurasi 1 jam atau 60 menit, yang sebelumnya hanya 1 menit. Instagram telah menyiapkan aplikasi mandiri bernama IGTV untuk menyimpan video berdurasi panjang dari para pembuat konten dan pengguna umum. IGTV akan menampilkan semua video populer dari para pesohor Instagram.

“Setelah memperkenalkan video di Instagram lima tahun lalu, kami dengan bangga memperkenalkan IGTV untuk mendekatkan penonton dengan kreator,” tulis Instagram melalui blog resminya. Tampilan IGTV cukup sederhana, bahkan terlalu sederhana. Tampilannya mirip dengan tab Explore di Instagram.

"Sudah saatnya video bergerak maju dan berkembang," kata CEO Instagram Kevin Systrom dalam peluncuran IGTV di San Fransisco, California, AS, Rabu (20/6). "IGTV adalah sebuah aplikasi untuk menonton video berdurasi lama dari para pembuat konten favorit Anda.”

Systrom melanjutkan, pada kebanyakan aplikasi video, seseorang harus mencari video yang diinginkan terlebih dahulu sebelum memutarnya. Sebaliknya, IGTV dengan mudah langsung memutar video tak lama setelah aplikasi dibuka layaknya menyalakan televisi. Di sisi lain, IGTV juga memudahkan pengguna mengunggah video langsung ke Instagram. Video yang diunggah berdurasi awal 10 menit dan bisa ditambah hingga satu jam. "Untuk jangka panjang, user dapat mengunggah video tanpa batas waktu," kata Systrom.

IGTV akan membiarkan siapa pun menjadi pencipta, bukan hanya nama besar pesohor. Siapapun, termasuk akun baru, akan dapat mengunggah video vertikal melalui aplikasi Instagram atau web. The Verge (20/6) menulis IGTV adalah langkah Instagram untuk "menjadi YouTube". Instagram tidak seperti aplikasi sosial Snapchat’s Discover hub yang sebagian besar kontennya justru dibuat oleh kalangan tradisional seperti MTV, Vice, dan The Daily Mail.

Hingga saat ini, YouTube punya banyak keuntungan karena konten-konten dari naravlog. Para naravlog bisa mendapatkan uang dan algoritma yang canggih mampu memandu penonton untuk menyaksikan video sesuai keinginan. Instagram perlu memiliki pembuat konten macam naravlog YouTube, Jake Paul, yang memiliki 15 juta pelanggan. Bila itu terjadi, Facebook sebagai induk Instagram bisa memperoleh keuntungan. Maklum, selama ini Facebook selalu gagal membuat aplikasi video yang cukup andal.

IGTV juga akan menjadi transisi yang signifikan bagi Instagram, bergerak dari media sosial ke layanan konten yang lebih lama dan lebih baik. Artinya peluang mendatangkan uang (monetisasi) akan lebih signifikan. Namun, "Tidak ada iklan di IGTV," kata Systrom meski layanan ini cocok untuk dipasangi iklan. Systrom hanya menjelaskan ada tawaran monetisasi pada masa depan kepada para kreator setia IGTV. Namun, Instagram tidak akan membayar para kreator IGTV seperti Facebook melakukannya untuk mempopulerkan video Facebook Watch.

Selain memperkenalkan IGTV, Instagram pun mengumumkan bahwa pengguna aktif bulanan mereka hingga Juni 2018 sudah mencapai satu miliar.

Pengguna aktif bulanan Instagram hingga Juni 2018 mencapai 1 miliar

"Instagram sekarang adalah komunitas global satu miliar! Sejak peluncuran kami pada 2010, kami menyaksikan dengan takjub perkembangan komunitas. Ini adalah pencapaian besar dari kami semua di Instagram, terima kasih!" kata Systrom dikutip Phys (20/6/2018). Tingkat pertumbuhan aplikasi ini mendekati 5 persen per kuartal. Instagram pun mengalahkan Snapchat dan bahkan sang induk, Facebook.

Jumlah pengguna harian Snapchat meningkat 2,13 persen pada Q1 2018 atau mencapai 191 juta. Sedangkan tingkat pertumbuhan bulanan Facebook hanya 3,14 persen dengan jumlah 2,196 miliar pengguna aktif bulanan. IGTV bisa populer dengan cepat setelah pengguna aktif bulanan di Instagram mencapai 1 miliar. Para kreator secara langsung bisa mengumpulkan pemirsa dengan cepat, selain juga pengiklan misalnya.

eMarketer memperkirakan Instagram akan meraih 5,48 miliar dolar AS (sekitar Rp77,3 triliun) dari iklan di AS pada 2018 atau naik 70,4 persen dibanding 2017. Harga saham Facebook pun naik lebih dari 2,2 persen menjadi hampir 202 dolar AS. Phone Arena pun menjelaskan bahwa Instagram berperan sebanyak 28,2 persen dari pendapatan iklan seluler Facebook.

Aplikasi IGTV akan tersedia secara global di iOS dan Android mulai saat ini, serta di aplikasi Instagram melalui tombol berbentuk TV di atas Story. “Kami membuatnya menjadi aplikasi khusus sehingga Anda dapat mengetuknya dan menikmati video tanpa semua gangguan,” ujar Systrom menjelaskan.