BREAKINGNEWS.CO.ID - Jember Fashion Carnaval adalah sebuah acara karnaval busana yang setiap tahun digelar di kota Jember, Jawa Timur, sejak 2003. Memasuki tahun ke-17 pada tahun ini, Jember Fashion Carnaval (JFC) berlangsung meriah mendapat pujian dari Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Jember Fashion Carnaval digelar pada 7-12 Agustus 2018 di Jember, Jawa Timur. Mengususng tema “Asia Light”, sajian karnaval sepanjang 3,6 km dengan melibatkan 2.500 peserta ini berhasil membius para penonton dan wisatawan yang hadir.

Jember Fashion Carnaval 2018 telah sukses memukau para penonton dengan sajian karnaval sepanjang 3,6 km dari 2500 peserta dengan tema Cahaya Asia Inspirasi Asian Games 2018.

Jember Fashion Carnaval 2018.



“JFC tahun ini lebih bagus, keren. Temanya Asian Games, sejalan dengan tema Asian Games 2018, Energy of Asia. Ini trik yang bagus untuk meningkatkan wisman (wisatawan mancanegara) apabila banyak ditampilkan delegasi dari luar Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya, dalam siaran persnya, Senin (13/8/2018).

JFC bisa dibilang merupakan trendsetter fashion carnaval di Indonesia. Selain sebagai karnaval terbaik di Indonesia, JFC kini menempati posisi ke-4 sebagai karnaval terunik dunia setelah karnaval Mardi Grass di Amerika, Rio De Janeiro Brazil, dan The Fastnacht Jerman.

Jember pun dinobatkan sebagai Kota Karnaval Terbaik Nasional 2017. Bahkan kepopuleran JFC di Indonesia membuat pelaksanaan JFC 2018 ini menjadi trending topic nasional.

"JFC menjadi trending topic nasional. Hashtag #WonderfulJFC2018 serta hastag #PesonaJemberFashionCarnavaI menjadi urutan 1 dan 2 trending topic, mengalahkan hashtag pilpres. JFC telah menjadi standar bagi berbagai karnaval di Indonesia. Selamat kepada Jember yang terpilih sebagai Kota Karnaval Terbaik Nasional 2017," kata Menpar Arief Yahya.

Menpar juga mengucapkan selamat kepada JFC yang terpilih sebagai Top-3 Calendar of Event (CoE) Nasional 2018. Apalagi JFC telah memenangkan 11 Penghargaan Internasional untuk kategori Best National Costumes di berbagai event internasional.

Menurut Arief Yahya, keberhasilan JFC menjadi magnet bagi turis mancanegara mampu mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Jember.

"Ini bisa dilihat dengan penuhnya semua hotel yang ada di Jember saat perhelatan JFC. Bukan saja sektor perhotelan, tapi juga kuliner, suvenir, transportasi. Imbasnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pariwisata," kata Arief Yahya.