BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) memenangkan gugatannya di Mahkamah Agung (MA) terkait dengan permohonan uji materi yang diajukannya terkait dengan pencalonan perseorangan peserta Pemilu DPD. Lantas bagaimana tanggapannya?

OSO enggan menanggapi hasil gugatannya itu. Dirinya lebih memilih untuk menanyakan langsung perihal tersebut kepada MA. "Ya, tanya aja MA deh," katanya kepada wartawan, Kamis (1/11/2018).

Seperti diberitakan sebelumnya, MA sendiri telah mengabulkan uji materi OSO tersebut pada Kamis (25/10/2018) lalu. Uji materi terdaftar dengan nomor 65/P/HUM/2018 dengan KPU selaku pihak termohon.

Keputusan tersebut diketuk majelis yang diketuai hakim agung, Yulius, dengan anggota Is Sudaryono dan Supandi. Dengan demikian, KPU diminta mengembalikan status OSO sebagai caleg DPD.

Wakil Ketua DPD Nono Sampono telah berkomentar soal hal tersebut. Menurut dia, putusan itu membawa kabar gembira bagi peserta pemilu DPD lainnya. "Tentu, tentu kita sangat bergembira bahwa akhirnya juga MA memutuskan seperti itu," ujar Nono, Rabu (31/10).

Namun, KPU terkait dengan putusan MA itu, mereka hingga saat ini belum bisa mengambil sikap. Komisioner KPU Viryan Azis mengatakan jika alasan pihaknya belum dapat menentukan sikap terkait dengan gugagtan yang dimenagkan oleh OSO tersebut karena pihaknya hingga saat ini masih menunggu salinan putusan tersebut sampai ke KPU. "Iya (masih nunggu). (Salinan putusan) belum (sampai)," kata Viryan, Rabu (31/10).

Karena belum membaca salinan hasil putusan tersebut, maka pihaknya belum bisa menentukan sikap. Kendati demikian, langkah yang akan diambil nantinya yakni akan mempertimbangkan amar putusan MA tersebut.

"Kita lihat amar putusan seperti apa. Tapi sampai saat ini ya kami mau dapatkan dulu secara jelas ya (putusannya). Kan bisa juga nanti seperti (putusan uji materi terkait) napi korupsi yang kami kira satu pasal dihapus, tapi ternyata hanya soal napi korupsi saja, dua mantan lain tidak," ujar Viryan.

Sementara itu, juru bicara (jubir) MA Suhadi mengaku jika pihaknya belum menyelesaikan minutasi (penyusunan putusan) terkait dengan hasil uji materi tersebut. Ia menjelaskan jika pihaknya hingga saat ini masih terus melakukan sejumlah proses untuk mempublikasikan salinan tersebut.

"Untuk mengeluarkan informasi itu kan juga lewat koreksi yang berlapis-lapis. Jadi oleh panitera pengganti, oleh pembaca satu, oleh pembaca tiga, dan seterusnya," jelas Suhadi saat dikonfirmasi, Rabu (31/10). "Ya mudah-mudahan bisa segera. Sebab itu kan internal majelisnya. Mudah-mudahan minggu ini," sambungnya.