BREAKINGNEWS.CO.ID - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap memiliki sisi positif dan negatifnya. Secara positif memperkuat dan mempertegas PDI-P sebagai partai yang konsisten menjaga nasionalis, pancasila, kebhinekaan dan keindonesian.

"Di sisi lain, justru PDI-P sedang mempertaruhkan atau mempertahankan citra stempel sebagai partai pendukung penista agama," kata Pangi, Senin (11/2/2019).

"Kalau BTP diterima bergabung di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, maka tersebut akan dicap sebagai partai pendukung penista agama. Jelas hal ini merugikan PDIP, akan membuat umat Islam yang tadinya telah memutuskan pilihan mendukung Jokowi-Amin kecewa dan banting stir memilih untuk mendukung kubu Prabowo-Sandi," sambungnya.

Dengan bergabungnya BTP ke PDIP apakah lebih banyak mudaratnya? dan apakah BTP bisa menjadi ‘vote getter’ menguntungkan bagi pertumbuhan elektabilitas PDIP. Menurutnya, paling tidak ada tiga kerugian atau konsekuensi soal bergabungnya BTP ke partai berlambang kepala banteng itu sebelum pilpres dan pileg serentak.

"Pertama, soal momentum yang kurang tepat, karena benturan kasus penistaan agama kemaren butuh waktu recovery yang cukup lama, masih berbekas. Kedua, PDIP agak kesulitan bahkan bisa gagal mengambil dan memperluas ceruk pasar segmen pemilih ber-ideologi kanan atau pemilih populisme Islam," ujarnya.

"Ketiga, ceruk segmen pemilih BTP dengan pemilih basis grasroot PDIP itu pada dasarnya sama irisan segmen pemilihnya, bergabungnya BTP tidak memperluas basis dukungan Jokowi-Amin, namun hanya ingin mempertegas dan memperkuat basis pemilih PDIP sebagai partai nasionalis," imbuh Pangi.

Dengan demikian, lanjut Pangi, PDIP punya potensi gagal penetrasi ceruk segmen suara kanan, apalagi tingkat resistensi terhadap BTP dari pemilih muslim dan alumni 212 dan seterusnya masih sangat tinggi, dan luka itu masih cukup mengangga, membutuhkan proses recovery yang agak sedikit lama. Luka umat Islam terhadap BTP yang telah menistakan agama Islam masih terbuka lebar.

"Bergabungnya Ahok menjadi kader PDIP juga ada positifnya, Ahoker yang selama ini tidak all out mendukung Jokowi-Ma'ruf. Dengan bergabungnya BTP ke PDIP, barangkali Ahok bisa menyakinkan, mengarahkan kembali dukungan semua Ahoker/Jasmev untuk move on kembali memilih Jokowi-Ma'ruf," terangnya.

Selama ini Ahoker masih belum terlihat all out mendukung kembali Jokowi. Jadi, bergabungnya Ahok mempertegas dukungan para Ahoker. Selama ini Ahoker terkesan tidak ikut campur atau lepas tangan pada pertarungan Jokowi-Ma'ruf Amin ini. Apalagi statment Ma’ruf Amin kecewa menjadi saksi memberatkan BTP.

"Namun saya pikir begini juga, bisa saja elite penentu atau figur sentral PDIP sudah punya kalkulasi secara matang dan dengan penuh kehati-hatian soal untung rugi konsekuensi bergabungnya BTP ke PDIP," pungkas Pangi.