BREAKINGNEWS.CO.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, menegaskan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai instansi pemerintahan harus tidak ada sekat dengan wartawan. Pria berusia 45 tahun tersebut menuturkan sangat menghargai keberadaan media.

Menurut Imam, pers merupakan pilar keempat demokrasi. Oleh karena itu mengapa, menteri asal Bangkalan, Jawa Timur ini selalu dekat dengan media. Hal tersebut diungkapkan Imam saat membuka Ngumpul, Buka Bareng, dan Cerita (Ngabuburit) wartawan dengan Humas Kemenpora 2019. Acara silaturahmi yang diikuti puluhan jurnalis olahraga di Tanah Air ini berlangsung di Hotel Royal Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/5/2019).

"Bagi kami, wartawan merupakan mitra. Sebab, antara kami dan pers sama-sama memiliki kepentingan," kata Imam dalam sambutannya. "Kami butuh promosi, dokumentasi, dan pemberitaan. Di sisi lain, wartawan butuh berita. Jadi, kita sama-sama punya tanggung jawab untuk memajukan olahraga nasional."

Dalam kesempatan itu, Imam berkisah terkait olahraga yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Itu meliputi fair play, sportivitas, disiplin, saling menghargai, legawa jika kalah, dan tidak jemawa andai kalah. "Misalnya, saya sebagai Caleg (Calon Legislatif). Saya sudah berjuang untuk mempersembahkan yang terbaik kepada masyarakat. Hasilnya, saya serahkan lagi kepada masyarakat," Imam yang merupakan caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan.

"Ketika jadi caleg, saya sama sekali tidak menggunakan status sebagai menteri. Tidak menggunakan perangkat ASN (Aparatur Sipil Negara) di Kemenpora, logistik, hingga cuti. Filosofi dalam olahraga ini yang saya terapkan." Ngabuburit 2019 ini juga ditandai dengan diskusi antarwartawan, Imam, dan jajaran Kemenpora lainnya. Termasuk, pisah sambut Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Kemenpora dari Agus Lesmana kepada Isa Anshary.