BREAKINGNEWS.CO.ID – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Suat Situmorang membeberkan kronologis dari penyerahan diri tersangka kasus suap di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat Eddy Sindoro ke KPK. Saut mengatakan jika mantan petinggi Grup Lippo tersebut menyerahkan diri di Singapura dan dibantu oleh atase kepolisian KBRI Singapura.

"12 Oktober 2018 pagi waktu Singapura, ES (Eddy Sindoro) menyerahkan diri pada KPK melalui Atase Kepolisian RI di Singapura," demikian Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengawali keterangan persnya di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/10/2018).

Kemudian, papar Saut, sekitar pukul 12.20 waktu Singapura, tim lembaga anti rasuah membawa Eddy Sindoro ke Indonesia. Eddy langsung ditangkap dan langsung menjalani pemeriksaan di gedung KPK.

"Sekitar pukul 14.30 WIB, tim yang membawa ES tiba di Gedung KPK dan hingga kini ES masih menjalani pemeriksaan," kata Saut.

Eddy Sindoro telah ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2016 lalu. Eddy diketahui melakukan suap kepada mantan panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution dan karyawan PT Artha Pratama Anugerah Doddy Aryanto Supeno. Eddy diduga memberikan sejumlah uang kepada Edy Nasution terkait dengan sejumlah perkara yang berkaitan dengan Lippo Group.

Mereka diringkus dalam sebuah operasi tangkap tangan di areal parkir sebuah hotel di Jakarta Pusat pada April 2016. Penangkapan dilakukan sesaat setelah Doddy menyerahkan uang kepada Edy Nasution.

Belakangan diketahui Eddy telah berada di luar negeri sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik lembaga antirasuah. Dalam proses penyidikan, KPK turut menduga mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhahadi Abdurrachman terlibat dalam kasus dugaan suap ini.

Penyidik KPK telah menyita uang sejumlah Rp1,7 miliar dan sejumlah dokumen dari rumah pribadi Nurhadi. Nurhadi mengaku mengenal dekat Eddy sejak masih duduk di bangku SMA. Nurhadi juga sudah beberapa kali bolak-balik ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.