MATARAM -- Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berbarengan Harian Republika mengadakan Rembuk Republik dengan judul " Daya Dukung Bidang Keuangan Syariah dalam Meningkatkan Ekonomi Regional " di Ballroom Islamic Center NTB pada Kamis (15/6).

Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi mengharapkan aktivitas ini dapat mendorong bidang keuangan syariah di NTB. Pria yang di kenal dengan Tuan Guru Bajang (TGB) menyebutkan, tentang transaksi keuangan sejatinya terkadung dalam Alquran.

TGB mengingatkan, dalam ayat terpendek Alquran ada pada QS Arrahman ayat 64 yaitu Mudhaammataan yang disebut satu diantara karakter dari dua surga yang disediakan Allah SWT untuk orang yang benar-benar menghormati serta memuliakan keagungan Allah SWT. Sedang yang paling panjang ada pada QA Albaqarah ayat 282 yang bicara mengenai transaksi keuangan.

" Jadi bila kita memakai pemamahaman simpel saja jadi terang transaksi keuangan utama benar hingga di jabarkan dalam Alquran dalam satu ayat yang panjang, " tutur TGB.

TGB memberikan, ayat-ayat yang bicara mengenai mengenai transaksi keuangan, mengenai jalinan muamalah yang melibatkan hak serta keharusan yang disitu ada sistem pertukaran ada transaksi keuangan atau barang serta layanan itu rata-rata diterangkan lebih oleh Allah SWT. TGB meneruskan, transaksi keuangan itu jadi sisi utama dalam ajaran Alquran.

Di sampaikan rasulullah kalau satu diantara yang didoakan beliau untuk dijauhi adalah dominasi utang, yakni saat kita transaksi keuangan dengan tidak bijak, diperkembang satu system keuangan yang eksploitatif di mana mungkin saja satu serta beberapa pihak diluar kekuatan terlilit dalam system itu di mana titik spesifik ada orang-orang yang susah berkembang.

" Ekonomi yang karna terlilit system yang begitu eksloitatif yang buka ruangan kapital begitu besar untuk grup orang namun memiskinkan grup lain, " ucap TGB.

Hal semacam ini tidak cocok dengan ajaran Islam. Menurut TGB dalam transaksi keuangan yang di ajarkan Islam tidak ada Ghoror, Maisyir, serta Riba. Memprioritaskan system yang jadikan manfaat berbarengan bukanlah sangat terpaksa tandatangan namun substansi dari transaksi keuangan mendatangkan kesejahteranan untuk semuanya.

" Oleh karenanya, keuangan syariah insyaAllah satu bagian ajaran Islam yang mengajarkan rahmat untuk semua umat manusia karna bukan sekedar buka ruangan keadilan untuk umat Islam namun keadilan semua umat manusia, " ungkap TGB.
Untuk Propinsi NTB sendiri, kesadaran kalau system keuangan syariah ini baik, berikan manfaat untuk semuanya, menyingkirkan potensi eksploitasi. Hal semacam ini yang mengakibatkan NTB lalu keluarkan kebijakan yang perkuat perubahan system keuangan syariah.

TGB menilainya wacana atau diskusi mengenai komparasi pada konvensional serta syariah semestinya telah usai. Bagian saat ini adalah mempersiapkan sarana sebanyak-banyaknya untuk sarana keuangan syariah yang sangat mungkin dibuka orang-orang. Menurut TGB, tak ada fungsinya system syariah bila institusi atau lembaganya tak ada.

Pekerjaan pengambil kebijakan adalah membuat kurun waktu secepatnya serta sebanyak mungkin institusi keuangan syariah supaya itu orang-orang dapat bisa akses dengan gampang. " Oleh karenanya penyebabnya kita di NTB dengan landasan pemikiran, hingga pada satu ketentuan untuk konversi bank NTB jadi bank umum syariah yang InsyaAllah awal th. depan dapat beroperasi, jadi bank syariah ke-2 sesudah Aceh, " lanjut TGB.

Bila di Aceh, lanjut TGB, mungkin saja karna ada kekhususan, bila NTB jadi pilihan yang di ambil dengan kesadaran penuh untuk coba melipatgandakan kemampuan keuangan syariah yang ada di NTB. TGB beralasan, waktu NTB dengan sebagian uji coba serta kebijakan mulai sejak dua th. lantas jadi pionir segmen wisata halal nyatanya buka pariwisata dapat berkembang tambah baik dari mulanya.

" Berarti saat kita adopsi satu kebijakan yang terpinspirasikan nilai ketuhanan yang baik ini, nyatanya dapat berikan kemanfatan yang tambah baik di banding terlebih dulu, " kata TGB memberikan. Terkecuali TGB, ada juga Pengamat Ekonomi Syariah A Riawan Amin, Akademisi Wakil Dekan IPB Firdaus, serta Pemimpin Redaksi Harian Republika Irfan Junaidi.

Tag