BREAKINGNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah meresmikan program Rumah DP 0 Rupiah yang berada di kawasan Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur pada Jumat (12/10/2018) kemarin. Masyrakat DKI Jakarta yang berminat untuk menempati hunian tersebut pun kini sudah bisa mendaftarkan diri baik secara online maupun offline. Pendaftaraan secara resmi bakal dibuka pada 1 Nobember 2018. Untuk informasi syarat dan tata cara pendaftaran, masyarakat DKI Jakarta bisa mengakses informasi melalui situs resmi samawa.jakarta.go.id.

Sementara itu, Anies Baswedan sendiri melalui akun Twitter pribadinya menyampaikan jika pelayanan pendaftaran dapat dilakukan di kantor wali kota dan kantor Dinas Perumahan. Pemprov DKI Jakarta sendiri membangun setidaknya 780 unit bangunan dalam program ini. Unit-unit tersebut terdiri atas tipe hunian 21 dan 36. Nantinya, rumah tipe 21 akan dijual dengan estimasi biaya mulai dari Rp184 juta hingga Rp213 juta. Sementara tipe 36 dipatok dengan harga mulai Rp304 juta hingga Rp310 juta.

Pemprov DKI Jakarta sendiri telah menyediakan dua skema cicilan sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 104 Tahun 2018. Skema pertama dengan cicilan Rp2 juta per bulan menyasar masyarakat dengan estimasi penghasilan Rp5,73 juta. Untuk skema ini, jangka waktu cicilan adalah 20 tahun. Sementara pada skema kedua akan dipatok dengan cicilan Rp2,4 juta per bulan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan minimal Rp6,93 juta. Adapun jangka waktu pelunasan untuk skema ini adalah selama 15 tahun.

Berikut Ini Adalah Kriteria dan Syarat untuk Memiliki Rusunami dengan DP 0 Rupiah:

1.Warga harus ber-KTP DKI Jakarta yang telah tinggal di Jakarta setidaknya selama lima tahun.

2.Belum memiliki rumah sendiri.

3.Belum pernah menerima subsidi rumah dari pemerintah pusat ataupun daerah.

4.Taat membayar pajak.

5.Prioritas bagi warga Jakarta yang telah menikah.

6.Berpenghasilan Rp 4 juta sampai Rp 7 juta per bulan.

7.Bagi warga yang terpilih, wajib memiliki rekening Bank DKI.

Berikut Ini adalah Persyaratan Adsministrasinya:

1.Kartu keluarga (KK).

2.KTP DKI Jakarta yang menunjukkan minimal telah lima tahun tinggal di Jakarta.

3.Nomor pokok wajib pajak (NPWP).

4.Surat nikah atau akta nikah yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang bagi yang menikah.

5.Surat keterangan belum memiliki rumah sendiri dari kelurahan.

6.Surat pernyataan atau keterangan tidak pernah menerima subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah.