BREAKINGNEWS.CO.ID - Seorang politikus Partai Golkar ditangkap oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram ketika melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait dana bantuan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang terdampak bencana gempa bumi Lombok.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Jan S Maringka, mengungkapkan, Minggu (16/9/2018), politikus dari partai politik berlambang pohon beringin itu merupakan Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram H Muhir. Jaksa menyita bukti berupa mobil, motor dan uang Rp 30 juta.

Muhir lahir pada 12 Mei 1975. Pendidikan dasarnya dihabiskan di SDN 3 Karang Jangkong pada 1989 dan dilanjutkan di SMPN 1 Cakranegara dan SPK Yarsi Mataram. Terakhir, ia menempuh STIKES Yarsi Mataram.

Selain sebagai perawat di sebuah rumah sakit, ia aktif di kegiatan sosial. Hingga ia berkecimpung di Partai Golkar dan menjadi pimpinan Partai Golkar tingkat kecamatan 2010-2015. Karirr politiknya meningkat menjadi pengurus DPD Partai Golkar Kota Mataram. Pada 2014, ia ikut bursa caleg dan mengantarkannya ke DPRD Kota Mataram. Kasus pemerasan yang dilakukan tersangka HM bersumber dari dana proyek senilai Rp 4,2 miliar yang dianggarkan dari APBD Perubahan tahun 2018 untuk perbaikan 14 unit gedung SD dan SMP terdampak bencana gempa bumi di Kota Mataram.

Kejahatan Luar Biasa

Mendengar kasus itu, Partai Golkar langsung memberhentikan H Muhir. Ketua DPP Partai Golkar Ahmad Dolly Kurnia sangat menyesalkan prilaku kader partainya tersebut. Dia menilai perbuatan itu tergolong sebagai kejahatan luar biasa karena menilap uang proyek rehabilitasi bencana alam. "Itu kejahatan luar biasa. Kami menyayangkan ada kader kami melakukan tindakan seperti itu," ujar Dolly di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9).

Dia mengatakan, DPP segera mengambil tindakan tegas. DPP meminta DPD Mataram untuk menonaktifkan atau bahkan memecat langsung Muhir dari keanggotan partai. "Kami akan segera mengambil tindakan dalam waktu dekat. Kami akan nonaktifkan atau bahkan pecat," ucap Dolly.

Sementara itu, Dolly tak khawatir citra partainya terpengaruh oleh kasus korupsi dana rehabilitasi gempa Lombok ini. Golkar akan bekerja keras agar dapat meraih hasil terbaik di pesta demokrasi mendatang.

"(Elektabilitas) turun kan relatif, sejak awal kami ingin mencitrakan Golkar partai bersih, millenial friendly. Dan kami sadar tantangan besar. Keinginan kami untuk bersih-bersih tak semudah yang dibayangkan," kata Dolly.