BREBES - Kecelakaan maut yang terjadi di Desa Jatisawit, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah pada Minggu (20/5/2018) menyebabkan sebanyak 12 orang meninggal dunia. Tak hanya korban meninggal dunia, dalam kecelakaan ini juga menyebabkan sejulah orang terluka.

Atas kejadian ini, petugas Jasa Raharja Tegal pun langsung mendatangi lokasi kejadian dan rumah sakit ditempat korban dirawat guna melakukan pendataan.

Adapun korban yang berhasil didata yakni:

Korban meninggal dunia:

1. Amaliyah Dwi Cahyani (20) warga Dukuh Karang Bawang RT 4 RW 2 Brebes.
2. M Hanif Amarullah (27) warga Dukuh Talok RT 5 RW 5, Bumiayu, Brebes.
3. Yuli Pujiati Ningrum (31) warga Pendawa RT 06 RW 02, Bumiayu, Brebes.
4. Nada Salsabila (10)
5. Rizal (31)
6. Saekhun (60) warga Tipar Paguyangan, Brebes.
7. Rohmat (60) warga Jatisawit Bumiayu Brebes.
8. Wahidin (27) warga Karangpari RT 02 RW 05 Bantarkawung, Brebes.
9. Roni (48) warga Trisari RT 02 RW 07, Desa Majasari, Majalengka.
10. M Faozan (45) warga Dukuhturi RT 03 RW 04, Bumiayu Brebes.
11. Wili Eka Saputra (21) warga Wanatirta, Paguyangan, Brebes.
12. Isna Evinka (32)

Korban Luka yang sudah terdata:

1. Fatakiyah (53) warga perumahan BsA, Kalierang, Bumiayu mengalami luka memar kaki kiri, kaki kanan sobek dan dahi kanan sobek.
2. Masruri (32) warga Desa Langkap, Bumiayu, Brebes mengalami pendarahan di kepala.
3. Vita (9) warga Desa Pakujati, Paguyangan, Brebes, telinga mengeluarkan darah namun masih sadarkan diri.
4. Pengemudi truk bernopol H 1996 CZ bernama Pratomo Diyanto (47) waga Karangtengah Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami luka di kepala. Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan korban yang dirawat di RS Alam Medika.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Jawa Tengah Harwan Muldidarmawan mengatakan petugas masih terus mendata untuk mengurus jaminan. Ahli waris korban meninggal ataupun korban yang terluka tidak perlu mengurus berkas karena petugas sudah jemput bola.

"Semua korban terjamin Jasa Raharja sesuai UU Nomor 34 Tahun 1964. Korban meninggal, ahli waris mendapat santunan Rp 50 juta, korban luka, biaya perawatan dijamin Jasa Raharja maksimal Rp 20 juta," kata Harwan. "Sekarang petugas di lapangan tersebar mengurus jaminan," imbuhnya.