BREAKINGNEWS.CO.ID - Kapolres Jakarata Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan jika adanya larangan terhadap media untuk meliput langsung sidang putusan terduga terorisme Aman Abdurrahman yakni semata-mata untuk menjaga keamanan persidangan. Selain itu larangan tersebut juga untuk antisipasi adanya reaksi yang disampaikan oleh terduga Aman setelah mendengarkan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim.

"Kita kan juga mendapatkan surat tebusan dari pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Tentunya ada beberapa pertimbangan yang saya lihat disana. Yang pertama kan alasan keamanan, perangkat serta penyebaran paham. Pasalnya kita belum mengetahui reaksi apa yang dilakukan setelah mendengarkan pembacaan vonis," ujar Kombes Indra kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jum'at (22/6/2018) pagi.

Adapun surat dari KPI yang dimaksud oleh Kombes Indra tersebut yakni surat edaran yang dikeluarkan pada tanggal 8 Juni 2018 lalu. Dalam surat bernomor 365/K/KPU/41.2/06/2018, KPI mengeluarkan edaran yang ditujukan kepada seluruh direktur utama lembaga penyiaran, meminta agar lembaga penyiaran tidak menyiarkan secara langsung proses persidangan di pengadilan, khususnya kasus terorisme.

KPI berharap agar lembaga penyiaran memperhatikan kewibawaan lembaga peradilan dan kelancaran proses persidangan keamanan perangkat persidangan dari saksi dan potensi penyebaran ideologi terorisme dan penokohan teroris.

Namun dirinya membantah jika pengamanan ini dilakukan atas permintaan pengadilan. Menurutnya, pihaknya hanya melakukan pengamanan semata.

"Berdasarkan surat edaran KPI tersebut, tentu pihak pengadilan menyerahkan kepada kita soal pengamanan ini," tuturnya. Atas ketidaknyamanan tersebut, dirinya pun mengucapkan permintaan maafnya kepada seluruh awak media. "Mohon maaf ya kepada awak media," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pengamanan dari pihak kepolisian pun diperketat. Sidang vonis tersebut rencananya akan digelar hari ini. Menurut pantauan breakingnews.co.id di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, polisi bersenjata lengkap pun terlihat berjaga-jaga disetiap sudut lokasi.

Mulai dari jalan raya di depan PN Jaksel, pintu masuk hingga area sensitif lainnya di lingkungan pengadilan. Para awak media baik dari dalam maupun luar negeri pun juga sudah siap untuk meliput sidang vonis Aman yang merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).