JAKARTA - Tinggal tiga jenazah bomber gereja di Surabaya yang belum dimakamkan. Polisi mengatakan, pemakaman ketiga bomber ini menunggu identifikasi DNA selesai.Proses identifikasi yang lama ini dikarenakan kondisi jenazah bomber sudah tidak utuh serta membutuhkan proses cukup panjang untuk mencocokkan bagian tubuh satu dengan yang lainnya.

"Kapolda menyampaikan akan dimakamkan di Sidoarjo atau di tempat lain, akan diputuskan hari ini. Hari ini selesai DNA dicocokkan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Frans Barung Mangera di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (23/5/2018). "Bahwa ada beberapa jasad ini yang harus kita cek betul-betul dengan mencocokkan DNA-nya. Data primer dan sekunder sudah tidak lagi sesuai dengan jasad yang kita temukan, karena sudah melebur," tambah Barung.

Dalam hal tersebut, Barung menekankan kalau polisi akan terus memberi pelayanan terhadap semua orang, termasuk juga kepada jasad teroris yang sudah membunuh orang lain. Pemakamannya nanti juga akan disesuaikan dengan agama yang bersangkutan. "Kapolda akan memakamkan sesuai dengan agama yang diyakini, ada beberapa yang menolak pemakaman ini memang. Tapi kita ingin pelayanan kepolisian berjalan dengan baik. Mari kita bantu tugas kepolisian, bukan hanya melakukan penyelidikan, identifikasi, tapi juga melayani seluruh penduduk Indonesia. Baik yang hidup atau sudah mati," lanjut Barung.

Sementara itu, tiga jenazah yang belum dimakamkan adalah Dita Oepriarto (47) bomber di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Sawahan Jalan Arjuna dan kedua anaknya YF (18) dan FH (16) yang menjadi pelaku bom bunuh diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel.