BREAKINGNEWS.CO.ID- Anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil NTT I, Johnny G Plate mengatakan, pihaknya telah menyuarakan kondisi infrastruktur di NTT khususnya pembangunan jalan Trans Utara Flores saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Menteri Keuangan dan Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) pada masa sidang III lalu. Bahkan kata Johnny, selama dua jam rapat fokus membahas perbaikan jalan Trans Utara Flores. 
 
"Pada saat rapat terakhir sebelum reses yang lalu di masa sidang III yang lalu, itu kami Komisi XI melakukan rapat dengan Menteri Keuangan, Menteri BAPPENAS dengan mitra kerja kami semuanya. Termasuk di situ dibicarakan terkait dengan pembangunan di Nusa Tenggara Timur. Infrastruktur. Dari 4 Jam rapat, lebih dari dua jam itu secara khusus membicarakan infrastruktur di NTT lebih khusus lagi di Trans Utara Flores," ujar Johnny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin(18/3/2019). 
 
Menurut Johnny, pihaknya saat itu menyampaikan secara tegas kepada Kementerian terkait untuk memperhatikan jalan yang sudah lama rusak serta jembatan yang putus. Diketahui, salah satu jembatan yang putus di jalan Trans Utara Flores persisnya di Kali Tumbak, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Jembatan tersebut sudah putus sejak banjir bandang pada Jumat, 27 Januari 2017 lalu.
 
"Pada saat itu kebetulan ada beberapa ruas jembatan yang rusak karena banjir. Nah secara khusus saat itu saya sudah menyampaikan meminta perhatian Pemerintah Pusat," katanya. 
 
Johnny menuturkan, ada dua permintaannya kepada pemerintah saat itu, pertama terkait dengan perbaikan jalan, perawatan jalan dan jembatannya. Pasalnya ada jembatan yang putus. Kedua kata Johnny, menyelesaikan pembangunan baru karena jalan Trans Utara Flores belum selesai pembangunannya. 
 
"Pemerintah Pusat, ibu Menteri Keuangan, maupun Menteri BAPPENAS memperhatikan secara sungguh-sungguh itu. Karena dalam 5 tahun itu sudah bisa diselesaikan tetapi pada saat dimana kebijakan pemerintah untuk mengutamakan pembangunan di jalan lintas perbatasan negara maka bukan Trans Flores yang menjadi perhatian tapi jalan di Belu yang di NTT untuk diselesaikan. 100 KM lebih kalau tidak salah itu," jelasnya. 
 
Akan tetapi Sekjen Partai NasDem ini memastikan bahwa alokasi dana untuk pembangunan Jalan Trans Utara Flores tersebut tahun 2019 sudah ada. Namun Johnny tidak merinci jumlahnya. 
 
"Ini kami harapkan nanti jadi perhatian Pemerintah Pusat di dalam Musrembang 2020 dan seterusnya. Jadi kebetulan saat ini kita memasuki Pemilu maka tentu itu baru dilakukan pembahasan di tahun berikutnya. Tetapi di tahun 2019 ini sudah ada dana untuk lintas itu. Besarnya berapa, saya tentu tidak hafal. Jalan itu harus diselesaikan. Karena kita perlu mempunyai jalur Selatan, Tengah dan Utara di Flores itu. Itu untuk membuka keterisolasian wilayah Utara," imbuhnya. 
 
Untuk itu Johnny berharap pemerintah daerah mengambil kebijakan lanjutan untuk pemanfaatan jalan tersebut demi kepentingan wilayahnya sendiri. 
 
"Nah tentu kita berharap bahwa Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat kita dorong dan kita akan terus perhatikan supaya perawatannya dilakukan dengan betul dan pembukaan jalan baru itu diteruskan. Tetapi itu kita harapkan juga pemerintah daerah mengambil kebijakan lanjutannya untuk pemanfaatan demi kepentingan wilayahnya sendiri," tukasnya.