BREAKINGNEWS.CO.ID - Tim Formula 1 Mercedes AMG Petronas membeberkan alasan mengapa mereka tak memerintahkan pembalap andalannya, Lewis Hamilton untuk masuk melakukan pit stop pertamanya saat Virtual Safety Car diberlakukan pada seri GP Austri 2018 yang berlangsung di sirkuit Red Bull Racing, Minggu (1/7/2018) WIB.

Semua pembalap unggulan kecuali Hamilton langsung melakukan pit stop begitu periode Virtual Safety Car (VSC) diberlakukan. Ironisnya VSC yang terjadi pada lap ke-14 itu dipicu oleh kerusakan mekanis pada mobil rekan setimnya, Valtteri Bottas.

Hal ini sangat merugikan Hamilton karena dalam periode VSC ia tidak bisa melaju dalam kecepatan penuh. Sepuluh lap kemudian, dalam kondisi balapan normal, pembalap Inggris Raya itu melakukan pit stop pertamanya. Tapi saat bergabung kembali ke lintasan, ia terlempar ke posisi empat sementara Max Verstappen mengambil alih pimpinan balapan dan akhirnya keluar sebagai juara.

Tidak hanya kehilangan peluang untuk menang, Hamilton justru mengalami nasib yang sama seperti Bottas karena ia tersingkir akibat hilangnya tekanan bahan bakar. Bos tim Mercedes, Toto Wolff, mengakui bahwa timnya berpikir terlalu lama ketimbang mengikuti insting dan langsung memanggil Hamilton untuk masuk ke pit begitu ada periode VSC.

"Kedua mobil kami sedang mendominasi di posisi pertama dan kedua, tapi tiba-tiba salah satunya berhenti," terangnya. "Lalu VSC diberlakukan, dan kami punya waktu setengah lap untuk bereaksi, tapi kami tidak melakukannya. Pada akhirnya ini yang membuat kami kalah.”

"Pada tahap balapan seperti itu dan kemudian VSC muncul, pertimbangan untuk pit stop bisa dibilang sebesar 80 persen," ia mengungkapkan, seperti yang dikutip Motorsport.com.

Mercedes yang tinggal memiliki satu mobil setelah tersingkirnya Bottas diakui ikut mempengaruhi proses pengambilan keputusan mereka. "Kami berpikir: 'apa yang akan terjadi jika mereka [Red Bull dan Ferrari] hanya memanggil satu mobil untuk pit?. Kami bisa terjebak di belakang Kimi, karena mereka akan membiarkannya bertahan lebih lama di trek. dan juga di belakang Max. Apa yang akan terjadi setelah itu? Proses berpikir seperti itu yang membuat kami menghabiskan waktu terlalu lama,” tandasnya.