BREAKINGNEWS.CO.ID – Tersangka kasus suap di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Eddy Sindoro telah menyerahkan diri ke KPK setelah menjadi buronan selama dua tahun. Penyerahaan diri tersebut diakui pengacara mantan petinggi Lippo Group ingin agar masalah hukum yang membelitnya itu cepat selesai. Hal ini pun dilakukan atas kemauan Eddy sendiri dan tak ada unsur ancaman.

"Ingin menyelesaikan perkaranya, maka dia menyerahkan diri," kata pengacara Eddy Sindoro, Eko Prananto, di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (12/10) malam. “Eddy Sindoro menyerahkan diri atas kemauannya sendiri dan nggak ada acaman sama sekali,” Eko menegaskan.

Dia mengaku tak tahu soal adanya peran mantan Ketua KPK Taufiqurachman Ruki terkait penyerahan diri Eddy Sindoro. Eko mengatakan, setelah mendapat surat kuasa, dirinya langsung ke Singapura dan mengantarkan Eddy ke Kedutaan Besar RI di sana.

"Saya belum tahu karena saya hanya menerima surat kuasa dan kemudian terbang ke Singapura lalu ketemu beliau dan menyatakan menyerahkan diri dan saya bawa ke kedutaan," ujar Eko.

Sebelumnya, KPK menetapkan Eddy Sindoro sebagai tersangka sejak 2016. Dia diduga berperan memberikan arahan dalam pemberian suap yang dilakukan seorang swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno kepada Edy Nasution, yang saat itu menjabat panitera sekretaris Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Dalam putusan Edy Nasution, Eddy Sindoro disebut sebagai Presiden Komisaris Lippo Group.

Baik Doddy maupun Edy Nasution sudah menjalani hukuman. Doddy menjalani hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan kurungan, sedangkan Edy Nasution harus meringkuk di penjara selama 8 tahun dan membayar denda Rp 300 juta subsider 6 bulan kurungan. Saat ini Eddy Sindoro telah ditahan KPK. Dia mengaku siap menjalani proses hukum terkait perkaranya.