BREAKINGNEWS.CO.ID - Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-22 telah memasuki pekan kedua hari ketiga. Masih ada tiga pemain yang belum hadir dalam sesi latihan yang digelat di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2019). Ketiga pemain tersebut yaitu Saddil Ramdani, Ezra Walian dan Egy Maulana Vikri. Para pemain tersebut masih berhalangan hadir karena masih mengikuti pre seaseon bersama timnya di luar negeri.

Meski begitu, pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri mengaku telah menemukan kerangka tim untuk nantinya mengisi skuat inti di Piala AFF U-22 di Kamboja Februari mendatang. "Iya, kami sudah menemukan kerangka tim. Oleh karena itu, kami akan mulai periodesasi persiapan pada kerangka tim itu nanti pada pekan ketiga," kata Indra Sjafri saat ditemui selepas memimpin latihan.

Indra menambahkan, ia cukup senang melihat perkembangan para pemainnya yang sudah terlihat progresnya. Dari sisi pertahan, menurutnya mengalami perkembangan yang signifikan. Hanya saja, dia masih perlu memperhatikan dengan baik untuk penempatan pemain yang tepat di posisinya. "Merata sih ada perkembangan. Yang paling penting tak hanya perkembangan dia tapi bagaimana tepat atau tidak tepatnya memilih pemain untuk hari sabtu. Kami ingin lebih detail makanya kami mau bikin latihan yang lebih kecil," ucapnya.

Pada akhir pekan nanti, kata Indra, tim kepelatihannya akan melakukan reduksi pemain. Namun, Indra tak menjelaskan berapa pemain nantinya yang akan ia pulangkan. Belum tahu, kami masih memikirkan itu dengan cermat, sangat berhati-hatim jangan sampai kami salah mencoret pemain karena tanggunganya di akherat nanti," jelas Indra.

Optimistis di AFF

Timnas Indonesia U-22 tergabung di Grup B Piala AFF U-22 2019. Piala AFF U-22 2019 nantinya akan berlangsung pada 17 Februari sampai 2 Maret 2019 di Kamboja. Di Grup B, Garuda Muda akan bersua Malaysia, Kamboja, Myanmar, dan Singapura.

Mengenai peta persaingan, Indra Sjafri optimistis. Menurutnya, tak ada yang perlu dikhawatirkan dari lawan-lawan tersebut. "Piala AFF itu kan untuk Asia Tenggara sajam jadi, tim-timnua itu-itu saja. Jadi nggak perlu lah itu ditakutkan. Saya mana pernah tidak optimis. Karena, setiap detik dalam hidup saya harus optimis," tukas mantan pelatih Bali United itu.