BREAKINGNEWS.CO.ID - Bima Sakti akan menjadi sorotan pada laga perdana Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 melawan Singapura National Stadium, Kallang, Jumat (9/11/2018). Pasalnya, pertandingan itu akan menjadi debutnya sebagai pelatih kepala. Sebelumnya, Bima hanya menjadi asisten pelatih Luis Milla sejak 2017.

Bagi PSSI, Bima mungkin adalah orang yang paling tepat untuk menerima tongkat estafet dari Luis Milla. Dalam waktu mepet, hanya Bima yang tahu komposisi pemain yang dapat padu dengan cepat. Tentu, hal itu dari pengalamannya mendampingi Luis Milla. Bima memang memilih mayoritas pemain jebolan Asian Games 2018. Setelah itu, ia padukan dengan beberapa pemain senior seperti bek Fachrudin Aryanto, Bayu Pradana, Andik Vermansyah, dan Riko Simanjuntak.

Tapi, keempat pemain tersebut juga merupakan pemain yang pernah dipanggil Luis Milla saat pemusatan latihan jelang Asian Games. Bagaimanapun, Bima Sakti harus siap. Mengakhiri rasa penasaran masyarakat Indonesia yang merindukan juara. Sebab, dalam keikutsertaan Timnas Indonesia di Piala AFF, prestasi tertinggi Garuda Merah Putih adalah lima kali peringkat kedua.

Menanggapi hal itu, mantan pemain Timnas Indonesia, Indiyanto Nugroho, menilai Bima bisa membawa Timnas Indonesia sukses di Piala AFF. Asalkan, pemain yang dibawanya mampu menjalankan instruksi Bima dengan baik. "Kalau menurut saya coach Bima bisa mengantarkan juara. Asal, stretegi yang digunakan bisa dijalankan sama pemain semuanya. Memang, dia (Bima Sakti) belum pernah menangani tim, tapi setidaknya dia pernah bareng dengan Luis Milla," kata Indriyanto kepada Breakingnews.co.id.

Indriyanto merasa, dengan waktu yang hampir dua tahun Bima menemani Luis Milla. Setidaknya, Bima mengerti apa yang harus ia lakukan kepada para pemainnya. Ditambah sokongan dari dua asistennya yang juga merupakan mantan pemain Timnas Indonesia yakni Kurniawan Dwi Yulianto dan Kurnia Sandy (pelatih kiper). "Pasti coach Milla telah banyak memberikan pelajaran kepadanya untuk bisa meneruskan tongkt estafet kepelatihan Timnas sebelum Piala AFF. Jadi, saya juga berharap pemain-pemain bisa menerapkannya," beber sosok yang kerap disapa Nunung ini.

Bagi Nunung, untuk saat ini bukan lagi mempermasalahkan kesiapan Bima Sakti. Yang terbaik saat ini, lanjut Nunung adalah memberikan dukungan penuh kepada Timnas Indonesia. Kita harus support yang penting. Jadi saya berharap masyarakat indonesia tidak menjudge coach Bima karena minim pengalaman," kata Nunung.

"Saya juga berharap pemain tetap low profile, jangan besar kepala, main sebaik mungkin, dan mainlah dengan karakter serta gaya indonesia. satu pesan saya kepada pemain untuk kontrol emosi karena apabila emosi ke kontrol maka permainan akan menjadi bagus," pungkasnya.