JAKARTA - Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Duta Besar Korea Selatan, Kim Chang-beom dan Duta Besar Korea Utara, An Kwang-il, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/4/2018), mengatakan bahwa Indonesia siap untuk membantu serta berkontribusi dalam proses perdamaian antara Korsel dan Korut yang telah disepakati melalui KTT Inter-Korea pekan lalu.

"Indonesia memberi dukungan penuh agar proses itu dilanjutkan dalam kesepakatan nantinya kami harapkan berdampak pada proses perdamaian di kawasan dan dunia," tutur Jokowi.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in serta Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un bertemu di Rumah Perdamaian, Panmunjom, Zona Demiliterisasi Korea.

Di sana, kedua pemimpin tertinggi berdialog sekitar 100 menit dan sepakat meneken Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran, serta Unifikasi Semenanjung Korea guna menghilangkan permusuhan serta peperangan di masa mendatang.

Pertemuan ini bersejarah sebab dua pertemuan pemimpin Korut serta Korsel pada 2000 dan 2007 tidak menghasilkan kesepakatan menghentikan program senjata nuklir Korea Utara.

Jokowi menyatakan para dubes menuturkan kedua pihak sepakat melanjutkan reuni keluarga yang terpisah di Korut dan Korsel, serta membangun kantor penghubung komunikasi di masing-masing negara.

"Kami menawarkan apabila Indonesia dibutuhkan, kami siap. Intinya itu," tutur mantan Wali Kota Solo.

Selain itu, Indonesia juga mengundang kedua negara untuk berpartisipasi dalam Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia Agustus 2018 mendatang.

Jokowi bersama Kim Chang-beom serta An Kwang-il juga sempat berfoto bersama tiga boneka maskot Asian Games 2018 yaitu Bhin Bhin, Atung, serta Kaka.