JAKARTA-- Indonesia kembali menyabet gelar Destinasi Selam Terbaik atau Best Destination tahun ini dari ajang Dive Travel Award versi Dive Magazine. Sebuah majalah  khusus menyelam (diving) kelas dunia yang berpusat di London, Inggris. Ini merupakan sukses ulangan, karena tahun lalu, Indonesia juga menggondol prediket tersebut. Untuk tahun ini, keberhasilan dicapai dengan menyingkirkan 9 negara lain.

Keberhasilan merebut gelar Best Destination 2017 ini diperoleh Indonesia setelah mendapat suara terbanyak   yakni 1.076 atau 11,45 % dari total 9.399 suara. Kemenangan atas gelar itu sudah diprediksi banyak pihak sedari awal. Karena Indonesia memiliki sejumlah destinasi menyelam kelas dunia, dari Sabang sampai Raja Ampat.

Bukan cuma gelar itu, Indonesia juga sukses memboyong dua penghargaan lagi yaitu Best Dive Centre or Resort 2017 dan Best Liveboard 2017.

Khusus kategori Best Dive Centre or Resort 2017, Indonesia menempatkan 6 nominasinya yaitu Siladen Resort and Spa di Bunaken yang menyabet juara pertama. Lalu Wakatobi (3), Lembeh (4), Missol (6), Papua Paradise (7), Atlantis Diving Centre (8), dan Blue Corner Dive di peringkat kesembilan.

Tiga nominasi lainnya diraih Oblu Heneli dari Maldives yang meraih juara kedua, Atmosphere Dauin dari Filipina (5), dan Aiyanar juga dari Filipina di peringkat buncit, kesepuluh.

Sementara unutk kategori Best Liveboard 2017, Indonesia menyabet predikat kedua yaitu Pelagian dari Sulawesi. Juara pertamanya diraih Sea Hunter dari Costa Rica, dan ketigi disabet Bahamas Aggresor.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di akun Instagram @kemenpar yang di-posting Jumat (3/11/2017) mengatakan kemenangan tiga predikat itu secara internal membuat tingkat kepercayaan  bangsa Indonesia naik. “Jelas bangsa kita makin percaya diri alias  pede karena kita bangsa juara, bukan pecundang,” ujarnya.

 

 

Secara eksternal, ketiga penghargaan itu juga semakin menaikkan tingkat  kepercayaan publik dunia. “Ini membuktikan kalau kita tidak jago kandang. Kita mampu kalahkan semua yang terbaik di dunia, dan kita memang punya mental juara,” kata Arief tentang lomba yang telah menggunakan standar penjurian dengan kriteria kelas dunia.

 

Tag