BREAKINGNEWS.CO.ID – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan kembali akan mengkampanyekan nilai positif sawit ke mancanegara melalui pameran perdagangan berskala internasioanal. Ajangnya di perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 yang akan berlangsung pada tanggal 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.

Melalui event yang tak lain menjadi salah satu arena pameran perdagangan global ini, pemerintah akan fokus untuk mengkampanyekan produk kelapa sawit dalam negeri. "Kita ingin mendeclare Indonesia penghasil produk (kelapa sawit) yang berdaya saing dan bekerja sama dalam mengerjakan bisnis produknya di kancah perdagangan global," kata  Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Arlinda Imbang Jaya, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 Arlinda  menjelaskan, di gelaran TEI 2017 transaksi minyak kelapa sawit tercatat mencapai  69,58 miliar dolar AS, atau tertinggi ke lima setelah transaksi batu bara yang sebesar  1,41 juta dolar AS, kopi  91,62 juta dolar AS, minyak essential   80,43 juta dolar serta makanan dan minuman 78,61 juta dolar AS.

Selain produk kelapa sawit, terdapat zona-zona khusus di TEI 2018. Misalnya Furniture and Furnishing, Fashion, Craft and Creative Products, Premium Products, Strategic Industries, Manufacturing Products and Services, Food and Beverages, dan Province Premium Products.

Dalam ajang ini diperkirakan akan dikunjungi oleh 28 ribu pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri. Sementara untuk target transaksi pemerintah optimistis mampu mencapai 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 22,2 triliun (kurs Rp 14.800). Angka tersebut naik dari transaksi TEI 2017 yang sebesar 1,41 miliar dolar AS.