BREAKINGNEWS.CO.ID - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir mengatakan jika kita sebagai bangsa Indonesia harus optimis untuk bisa bersaing dengan negara-negara maju di dunia.

Adapun hal itu disampaikan oleh Erick saat menghadiri Talkshow Kado Nusantara dengan tema 'Prestasi Indonesia Menuju Dunia' di Senayan, Jakarta Selatan, Jum'at (29/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Erick pun memaparkan berbagai hal yang telah dilakukan bangsa ini sebelumnya yang dianggap sebagian kalangan yang beranggapan pesimis. Dirinya pun mencontohkan dengan berhasilnya Indonesia menyelenggarakan Asian Games 2018 lalu. Dimana, Indonesia mendapatkan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya pesta olahraga terbesar di Asia tersebut.

"Asian Games adalah sebuah event yang tentu harus kita sepakati bersama merupakan event yang luar biasa buat kita semua," kata Erick dihadapan para hadirin yang mengikuti acara talkshow tersebut. "Kadang, kita melihat event itu hanya sekedar event semata. Padahal, dibalik itu ada empat komponen besar," ujarnya.

Adapun keempat komponen itu, lanjut Erick, yakni pertama bagaimana dengan event kita bisa membuat karakter sebuah bangsa terlihat. "Di Asian Games yang kita bangun sebenarnya adalah optimisme. Bagaimana kebanyakan tidak yakin Asian Games itu bisa sukses, baik dari segi penyelenggaraan maupun prestasinya,. Dimana di event tersebut kita berkompetisi dengan negara besar Asia lainnya dan kita bisa," tutur Erick.

Kedua, lanjut Erick, di Asian Games bahwa bangsa kita taat antri. "Jadi, mestinya saat MRT diresmikan bukanlah sesuatu yang baru, kenapa? Karena sebelumnya kita sudah pernah uji coba di Asian Games. Masyarakat bisa ngantri dan bisa bersih," tuturnya.

Komponen yang ketiga yakni national branding. Menurutnya, salah satu kekurangan bangsa Indonesia ini adalah tidak adanya kepercayaan diri terhadap bangsa yang besar.  Ia berpendapat jika Indonesia memiliki merk yang sangat luar biasa.

"Allah SWT telah memberikan sesuatu yang hebat dari Indonesia. Sesuatu yang hebat itu adalah keberagaman. Dan itu menjadi kekuatan kita sebagai bangsa Indonesia. Jadi inilah yang perlu kita promosikan terhadap negara-negara lain. Supaya merk kita sebagai bangsa Indonesia itu menjadi tinggi," tegas Erick yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu.

Terakhir, tambah Erick, yakni karya anak bangsa. Menurutnya, karya-karya yang diciptakan oleh bangsa Indonesia sangat bagus. Untuk itu, kita harusnya dapat memberikan apresiasi atas karya yang telah diciptakan.

"Tapi kalau karya itu tidak ada yang beli, berarti kan tidak ada impect. Jadi economi impect itu sangat penting. Jadi pada Asian Games itu sebesar Rp 43,4 triliun uang berputar disana. Jadi event Asian Games itu tidak hanya sukses di bidang olahraga, ekonomi bangsa Indonesia juga sukses dengan perhelatan Asian Games tersebut," terang Erick.

Selain itu, hal yang perlu diciptakan yakni legacy. Legacy itu, kata Erick, terdiri dari dua hal. Yang pertama yakni infrastruktur dan human capital.

"Kita sebagai bangsa yang diuntungkan ketika Presiden RI -1, Soekarno mempunyai visi membangun sport kompleks. Yang akhirnya sampai hati ini merupakan jantung Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya yang dijadikan untuk kegiatan-kegiatan internasional. Sebagai contoh, Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Hotel Indonesia itu sendiri merupakan hotel bintang 5 pertama di Asia Tenggara. Jadi ada legacy-nya," ungkap Erick.

"Karena itu Asian Games 2018 lalu juga ada legacy-nya. Apa saja? meliputi pembangunan airport yakni pembangunan terminal 3 di Bandara Soekarno-Hatta, LRT Palembang, trotoar yang begitu besar, kita nggak kalah sama Singapura sekarang. Dan yang terpenting yakni di legacy human capital," jelas Erick.