BREAKINGNEWS.CO.ID – Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke babak semifinal Piala AFF 2018 bukanlah kiamat bagi skuad Garuda. Pasalnya Indonesia masih punya kesempatan di tahun-tahun mendatang asalkan benar-benar dipersiapkan dengan baik. Hal tersebut disampaikan oleh pelatih kepala Timnas Indonesia, Bima Sakti.

Atas nama ofisial pelatih serta pemain, Bima Sakti juga meminta maaf atas buruknya prestasi yang diraih Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Pastinya, semua sedih dan kecewa dengan hasil yang didapatkan. "Tetapi [kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF] ini bukan kiamat buat persepakbolaan Indonesia. Ini menjadi koreksi dan menjadi titik kebangkitan kita," kata Bima Sakti saat konferensi pers jelang menghadapi Filipina pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (24/11/2018).

Bima berharap semua pemegang kepentingan sepak bola Indonesia serius mempersiapkan tim di Piala AFF 2020. Mantan pemain Timnas Indonesia itu mengaku membangun timnas yang berprestasi tidak mudah karena membutuhkan kerja sama yang baik dari berbagai pihak seperti federasi, penyelenggara liga, dan klub. Sejak dipercaya mengambil alih kursi kepelatihan Timnas Indonesia, Bima mengaku tidak memiliki waktu mengubah gaya yang telah dibangun pelatih sebelumnya, Luis Milla selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Bima justru beberapa kali melakukan komunikasi dengan Luis Milla dan tim pelatih lainnya, termasuk juga Eduardo Perez, Miguel Gandia serta Julio Banelos yang memberikan motivasi dan dukungan buat Timnas Indonesia di Piala AFF. "Materi latihan, program [dari Luis Milla] tidak ada yang saya ubah, cara main juga. Kekurangan [Timnas Indonesia] terletak di diri saya. Banyak hal-hal yang harus diperbaiki," terang Bima Sakti.

Luis Milla juga disebut Bima Sakti membeberkan hal-hal yang harus diperbaiki Timnas Indonesia. Mulai dari pemilihan lawan uji coba serta jadwal pemusatan latihan yang harus diselaraskan lagi dengan federasi. "Bukan hanya pelatih yang menyusun program latihan, tetapi semua juga harus ikut menyusun siapa lawannya, format turnamennya seperti apa? Jadi harus di manage dan terprogram," ucap Bima. 

"Siapapun pelatihnya nanti, harus bisa diberikan dukungan dan kritik yang membangun karena pelatih nantinya membutuhkan proses untuk membina pemain dalam mendapatkan prestasi. Karena butuh waktu untuk membangun timnas," jelasnya.

Pertandingan Penting

Sementara itu, Timnas Indonesia akan melakoni pertandingan terakhir di Piala AFF 2018 dengan menghadapi Filipina di SUGBK, Minggu (25/11) mendatang. Walaupun sudah dipastikan tidak lolos, Bima Sakti tetap menyebut pertandingan tersebut sebagai pertandingan penting. Mantan pemain Timnas Indonesia Primavera itu menyebut Filipina merupakan tim yang bagus dengan bermaterikan banyak pemain naturalisasi berpostur tinggi. Tidak hanya itu, The Azkals juga disebut memiliki pertahanan yang bagus serta rapat.

Bima Sakti menyebut dibutuhkan strategi khusus untuk membongkar pertahanan Filipina untuk meraih kemenangan. Filipina membutuhkan minimal hasil seri dengan Timnas Indonesia untuk bisa lolos ke semifinal Piala AFF 2018. "Besok pertandingan penting, walaupun tidak lolos babak grup, tetapi pemain bertekad untuk menutup babak grup dengan kemenangan. Mari bangkit sama-sama bantuan media bermanfaat dan penting untuk Timnas Indonesia.