BREAKINGNEWS.CO.ID - Dalam melihat carut marut situasi politik saat ini, Wakil Ketua Umum Rumah Pejuang Indonesia (RPI), Deani Sudjana mengatakan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang bermoral dan berakal sehat.

"Republik ini membutuhkan pemimpin yang bermoral dan berakal sehat. Rakyat mendambakan Walikota/Bupati, Gubernur, Menteri, Kapolri, Jaksa Agung, para hakim Agung, petinggi KPK dan BPK, MK hingga petinggi di negeri ini yakni Presiden yang bermoral dan berakal sehat," kata Deani di Jakarta, Jum'at (8/2/2019).

Menurutnya, perkembangan di Tanah Air semakin carut marut, tarik menarik kepentingan saling jatuh menjatuhkan terdorong oleh sahwat ambisius duniawi. Alumnus Lemhanas 2014 ini juga mengatakan bahwa perseteruan demi perseteruan, perselisihan demi perselisihan mewujudkan fitnah yang keji dikalangan elite politik.

"Dan celakanya pula, rakyat jelata mengikuti gaya dan perilaku elite politik. Ironisnya, elit politik menyewa dan membayar massa dalam melakukan aksinya dan menjadi sangat memperihatinkan," sebutnya.

"Bahkan ada pihak yang berusaha mengacaukan situasi dan kondisi di Tanah Air agar pemerintah tidak bisa berjalan efektif yang disinyalir bahwa tujuan mereka untuk menjatuhkan, terlebih menghadapi Pilpres pada 17 April 2019 mendatang," sambung Deani.

Dirinya melanjutkan, hal itu lantaran kekuatan dana yang besar tanpa batas tersebut karena mereka menguasai sumber dana.

"Celakanya, sepak terjang mereka tak bermoral dan tak berakal sehat, sebagian media cetak dan elektronik menjadi corong mereka, secara sistematis melawan lawan-lawan politik mereka dengan berbagai cara, bahkan mereka menganggap kelompok merekalah yang paling benar," ungkapnya.

"Tindak tanduk dan sepak terjang mereka acap kali terasa sudah melampaui batas-batas kewajaran moral dan etika. Berbicara tentang moral, lalu timbul pertanyaan apa itu moral dan apakah setiap pemimpin harus bermoral? Moral atau akhlak atau susila merupakan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap orang. Nilai-nilai itulah yang memandang segala persoalan dan kemudian secara tepat memutuskan dan mengambil tindakan yang sesuai moral suatu kebajikan dan moral kebajikan," imbuhnya.

Untuk itu, dalam perhelatan pesta demokrasi kali ini, dirinya berharap jika figur pemimpin yang terpilih yang mampu menggunakan akal sehat agar tidak terbawa oleh emosi serta nafsu kekuasaan. Tujuannya hanya satu, yakni membawa Indonesia kembali ke jalan yang benar

"Figur pemimpin tidak membiarkan dirinya terbawa oleh arus emosi bahkan bila sedang terpepet sekakipun ia mampu menggunakan akal sehat dan budi baiknya. Siapa mereka, apakah seseorang yang berlatar belakang tentara yang benar-benar tentara dan seseorang pengusaha yang yang benar-benar pengusaha, agar Indonesia jadi benar," pungkas Deani.