BREAKINGNEWS.CO.ID- Ketua DPP Hanura, Inas Nasrullah menilai aksi reuni 212 merupakan kampanye tersembunyi dari pasangan calon (Paslon) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sejatinya kata Inas, hal tersebut tidak terjadi. 
 
"Itu sepertinya kampanye tersembunyi (Prabowo-Sandiaga Uno). Hal itu sepertinya tidak terjadi. Seharusnya Bawaslu dan kepolisian mengingatkan. Ini kan kita dalam masa kampanye. Masa kampanye," ujar Inas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2018). 
 
Menurut Inas, pasangan nomor urut 02 telah melanggar aturan Pemilu. Akan tetapi Inas merasa heran dengan pihak berwajib seperti aparat Kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang membiarkan acara tersebut berjalan. 
 
"Sebenarnya hal-hal tersebut harusnya dilarang. Sekarang kita ini kan melanggar aturan,  aturan itu dilanggar semau-maunya saja gitu. Dan sekarang kepolisian dan Bawaslu biar aja. Kan engga boleh seperti itu," tegasnya. 
 
Inas juga meminta pihak oposisi dalam berpolitik tidak membawa jubah agama. Kepentingan politik kata Inas tidak boleh dibalut dengan isu agama. 
 
"Jangan agama dijadikan politik praktis dong. Dibawa isu agama kemudian boleh semau-maunya ini. Yang akhirnya apa. Kelihatan bahwa ternyata kepentingan politik dibalut isu agama. Emgga boleh seperti itu dong," imbuhnya. 
 
"Bawaslu harusnya bertindak. Di Bawaslu-nya tidak fair. Seharusnya juga sekarang sudah hari-hari begini, Bawaslu izin-izin keramaian juga harus ada izin juga dari Bawaslu. Kita kwatirnya dibalut dengan kepentingan politik. Kepentingan politik 2019. Artinya apa? terikat dengan UU Pemilu," tukasnya.