BREAKINGNEWS.CO.ID - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Syahbirin Noor turut hadir dalam acara Silaturahmi Akbar On Line Tingkat Nasional Lemkari AL dan Sarasehan yang bertajuk "Implementasi Pelatih Berjiwa Bushido".

Sarasehan yang dilakukan secara virtual ini diikuti kurang lebih 1200 peserta, yang berasal dari berbagai daerah, salah satunya Kalimantan dan Surabaya yang memiliki antusias tersendiri.

Sebab, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin menyediakan ruangan mewah dan besar dengan perangkat IT dalam satu zoom. Sementara itu, di Surabaya para peserta yang tergabung dalam satu zoom juga disorotkan ke layar besar.

Tak hanya itu saja, acara Silaturahmi Akbar On Line ini juga dihadiri oleh para karateka yang berasal di Jordania dan Swedia. Bahkan ada sekitar 400 orang lebih yang mengakses sarasehan virtual PB Lemkari ini melalui media Youtube.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan Sarasehan ini, muncul karateka-karateka yang dibina oleh PB Lemkari tampil sebagai pelopor dalam hal kedisiplinan yang merupakan protokol kesehatan penting pada fase new normal atau kehidupan baru," kata Paman Birin dalam sambutannya, dalam rilis yang diterima Breakingnews.co.id, Kamis (11/6/2020).

Paman Birin juga mengatakan bahwa wabah virus corona yang masih melanda dunia bukan suatu halangan untuk tetap menjalin silaturahmi, meski hanya bisa digunakan secara virtual.

"Di saat suasana saat ini yang kita ketahui sedang ada wabah Covid-19, saya sangat bangga masih bisa terlaksana Sarasehan PB Lemkari dan selamat atas penyelenggaraannya serta bisa berjalan dengan sukses," ujarnya.

Selain itu, pria yang sebelumnya menjabat sebagai ketua Lemkari Kalsel itu juga tak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh para dewan guru yang terus menggelar kegiatan PB Lemkari meski wabah virus corona masih melanda Tanah Air tercinta.

Sebelumnya, PB Lemkari sudah menggelar beberapa kegiatan seperti Coaching Clinic atau pelatihan bagi para pelatih secara virtual maupun melalui online yang sudah berjalan selama empat tahap.

"Tentunya ini merupakan sebuah kebanggaan pada saat kondisi sekarang, PB Lemkari masih bisa berkegiatan dan kita memang berharap tidak pernah menyerah dengan situasi serta kondisi yang kita alami saat ini," tegasnya.

Sebagai penutup, Paman Birin juga menyelipkan doa untuk Saiko Shihan Anton Lesiangi, yang merupakan guru besar Karateka PB Lemkari Indonesia.

"Mudah-mudahan Saiko Shihan Anton Lesiangi, selalu diberikan kesehatan, panjang umur dan terus dapat memberikan pemikiran-pemikiran cerdas dalam rangka pengembangan karateka Lemkari di Indonesia dan juga karateka secara umum, bisa membanggakan bagi Indonesia pada tingkat nasional maupun dunia," ujarnya.

Sementara itu, kehadiran Saiko Shihan Anton Lesiangi dalam acara Silaturahmi Akbar On Line Tingkat Nasional Lemkari AL dan Sarasehan disambut antusias oleh para peserta. Tak lupa sang pendiri juga memberikan pesan kepada seluruh peserta yang turut menghadiri acara virtual tersebut.

"jangan pernah berbohong dan harus takut kepada Tuhan," pesannya.

Dikesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PB Lemkari, Rosi Nurasjati merasa bangga dan tak menduga acara Silaturahmi Akbar On Line Tingkat Nasional Lemkari AL dan Sarasehan diikuti oleh 1200 peserta dan 400 orang lebih yang mengakses via Youtube. Menurutnya kegiatan ini layak masuk dalam rekor muri.

"Alhamdulillah, diluar dugaan saya peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 1200 peserta dan 400 orang lebih yang mengakses via Youtube. Sebenarnya secara jumlah peserta kegiatan ini sangat layak untuk masuk Museum Rekor Muri (MURI), akan tetapi dikarenakan kesibukan Panpel jadinya lupa menginformasikan ke orang MURI untuk hadir dan memberikan penilaian," ujar Rosi.

Jika bicara soal rekor muri, sebelumnya, pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019 lalu yang diselenggarakan di Kalsel PB Lemkari berhasil membuat rekor Muri dengan menggelar peragaan jurus-jurus karateka yang diikuti oleh 5000 peserta.

Sebagai penutup, mantan juara Asia dua kali pada 1995 dan 1997 ini menyampaikan, dalam waktu dekat PB Lemkari akan menyelenggarakan kegiatan yang serupa dan akan didaftarkan menjadi rekor Muri, serta pengurus PB Lemkari akan membahas terkait usulan para peserta yang menyampaikan agar event Virtual Kata yang digagas Dr Rosi diubah formatnya menjadi kejuaraan virtual Kata Anton Lesiangi Cup (tingkat pelajar nasional).

Meski secara virtual, kejuaraan ini digelar untuk mencari bibit-bibit potensial baru karateka Indonesia demi kembali mengangkat masa keemasan PB Lemkari yang berhasil menorehkan prestasi gemilang seperti pada era 80-an di mana Aneke Mantiri (juara Asia Pasifik), Saleh Al Habsi juara Asia Pasifik 1987, Gustav Lineleyan juara SEA Games, Rosi Nurasjati juara Asia pada 1995 dan 1997.