BREAKINGNEWS.CO.ID – Lembaga keungan IMF (Dana Moneter  Internasional) memperingatkan bahwa Situasi ekonomi dunia saat ini belum sepenuhnya stabil dan relatif lemah.  Hal tak lain karena pertumbuhan ekonomi yang terjadi saat ini diperkirakan stagnan pada level   3,7 persen pada 2018 dan 2019 yang salah satunya disebabkan oleh sengketa dagang.

"Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga tidak berlangsung secara merata di seluruh dunia," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dalam konferensi pers di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10/2018).

Mantan menteri keuangan Prancis memberi perhatian lebih khusus pada peningkatan hambatan perdagangan antar negara yang dapat menganggu kinerja pertumbuhan ekonomi global.

Ketegangan dalam hubungan perdagangan antarnegara, menurut dia, harus diturunkan untuk menciptakan perdagangan yang lebih kuat, adil, dan sesuai tujuan.

Lagarde juga menjelaskan bahwa 10 tahun setelah krisis keuangan global, kondisi perekonomian dunia saat ini sudah lebih aman.

Namun, tingginya utang swasta dan publik perlu diwaspadai karena perubahan sekecil apapun bisa mengubah outlook ekonomi dan stabilitas pasar di negara-negara berkembang. "Rekomendasi kami jelas yakni mendorong setiap negara agar memiliki kombinasi antara kebijakan domestik dan instrumen di dalam negeri, begitu juga global," tutur Lagarde.

Menurutnya, sengketa perdagangan saat ini dapat mengirimkan guncangan kepada berbagai negara berkembang dan ekonomi yang lebih luas jika sengketa itu meningkat lebih lanjut. "Pesan utama saya hari ini adalah bahwa kita perlu mengelola risiko-risiko, meningkatkan reformasi, dan memodernisasi sistem multilateral," kata Lagarde.

Selain juga mendesak negara-negara untuk bekerja sama membangun sistem perdagangan global yang lebih kuat, lebih adil, dan sesuai untuk masa depan. "Taruhannya tinggi karena rekah rantai nilai global bisa memiliki efek yang merusak di banyak negara, termasuk ekonomi negara-negara maju," katanya, menambahkan.  Hal itu juga bisa menggagalkan negara-negara berkembang dan berpenghasilan rendah mencapai potensi penuh mereka.

Lagarde juga menyinggung tantangan perubahan iklim, yang disebutnya akan lebih berdampak pada negara-negara berpendapatan rendah.

Dirinya menekankan bahwa  pertumbuhan ekonomi global yang terbagi rata dan berkelanjutan memerlukan penurunan ketegangan perdagangan, perbaikan sistem, serta bauran kebijakan yang baik untuk jangka menengah maupun panjang.