JAKARTA – Beberapa ilmuwan di National Institutes of Health mempelajari bagaimana otak manusia menaruh serta mengingat masa lalu. Satu studi sudah tunjukkan kalau otak memutar lagi ingatan lebih cepat daripada menaruh.

Riset ini di pimpin oleh Kareem Zaghloul, MD, Ph. D seseorang peneliti pengetahuan saraf di NIH National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Untuk menolong memecahkan permasalahan dalam riset, Dr. Kareem menanamkan seperangkat alat elektroda ke otak pasien epilepsi serta memonitor kesibukan listrik sepanjang sekian hari.

“Tujuan paling utama dari rekaman ini yaitu untuk mengerti bagaimana hentikan kejang sesungguhnya, namun ini dapat adalah peluang yang begitu kuat untuk belajar bagaimana otak bekerja, ” tutur Dr. Kareem diambil dari Science Daily, Minggu (4/6/2017).

Dalam riset itu pasien dipertunjukkan beberapa ratus gunakan kata, seperti ‘pensil serta penghapus’ atau ‘orange serta biru’ lalu diperlihatkan satu diantara kata serta disuruh mengingat pasangannya. Akhirnya, pasien dengan benar mengingat 38 % dari kata pasangan yang mereka perlihatkan.

Rekaman listrik tunjukkan kalau gelombang otak yang dihadapi pasien waktu mereka menaruh serta mengingat dengan benar, sepasang kata kerap nampak di lobus temporal serta daerah korteks prefrontal. Walau demikian, beberapa periset tunjukkan kalau gelombang yang nampak waktu mengingat kalimat berlangsung lebih cepat daripada gelombang yang ada waktu mereka awalannya menaruh jadi masa lalu.