JAKARTA - Pemerintah Jepang dilaporkan juga menginginkan berlangsungnya pertemuan antara Perdana Menteri Shinzo Abe dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Laporan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump bertemu dengan pemimpin negara terisolasi tersebut di Singapura pada Selasa (12/6/2018) lalu.

Surat kabar Jepang, Yomiuri pada Rabu (13/6/2018) memberitakan Jepang saat ini berupaya untuk mempertemukan PM Abe dengan Kim Jong-un. Keduanya memiliki kesempatan untuk bertemu saat kunjungan Abe ke Pyongyang pada sekitar Agustus 2018. Yomiuri juga menyebut staf dari Jepang maupun Korut sudah beberapa kali melakukan kontak sejak beberapa bulan lalu untuk membicarakan kemungkinan pertemuan PM Abe serta Kim Jong-un.

Dilansir Reuters, Trump setuju untuk menghentikan latihan militer bersama antara Amerika Serikat serta Korea Selatan dalam pertemuan dengan Kim Jong-un di Singapura, Selasa (12/6). Walaupun sebenarnya menurut Menteri Pertahanan Jepang, latihan perang bersama AS serta Korea Selatan tersebut penting untuk keamanan Asia Timur.

Kim Jong-un

Tahun 2017, Korut menembakkan sedikitnya dua rudal ke Jepang. Uji coba rudal tersebut merupakan upaya mengembangkan senjata yang mampu mencapai daratan Amerika Serikat dengan hulu ledak nuklir. Seorang juru bicara menuturkan bahwa Jepang ingin berkontribusi pada denuklirisasi Korut, akan tetapi setelah Badan Energi Atom Internasional mulai inspeksi lagi.

Apabila kemungkinan kunjungan PM Abe ke Pyongyang terbukti sulit, Jepang mengincar skenario lain. Yaitu di sela-sela gelaran Eastern Economic Forum yang akan digelar di Vladivostok, Rusia pada September 2018. Ini pun dengan catatan apabila Kim Jong-un hadir.

Sebuah sumber yang akrab dengan isu ini menyampaikan pada Reuters bahwa Jepang berencana untuk membahas rencana pertemuan dengan pihak Korut dalam sebuah konferensi internasional tentang keamanan Asia Timur Laut di Ulan Bator, Mongolia. Sumber tersebut menambahkan, rencana tersebut masih belum jelas, apakah Abe akan menghadiri konferensi di Vladivostok Rusia di tengah pemilihan Ketua partainya, Partai Demokrat Liberal.