BREAKINGNEWS.CO.ID -  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)  menguat setelah BPS mengungkap data pertumbuhan ekonomi 2019  yang menguat. Pada akhir perdagangan Rabu (5/2/2020), indeks menguat 56,17 poin atau 0,95 persen ke posisi 5.978,51. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 11,72 poin atau 1,21 persen menjadi 976,56.

Analis Indopremier Sekuritas  Mino mengatakan penguatan IHSG hari ini ditopang sentimen dari eksternal dan domestik. "Sentimen dari eksternal yaitu penguatan bursa global dan regional seiring dengan meredanya kekhawatiran akan penyebaran Virus Corona dan langkah antisipasi China dengan menggelontorkan likuiditas ke pasar. Dari internal, data pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2019 yang masih di atas lima persen atau tepatnya 5,02 persen sedikit di bawah konsensus 5,03 persen," ujarnya.

Dibuka menguat, IHSG relatif nyaman berada di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Secara sektoral, delapan sektor meningkat dengan sektor pertanian naik paling tinggi yaitu 3,87 persen, diikuti sektor industri dasar dan sektor pertambangan masing-masing naik 2,29 persen dan 1,35 persen

Sedangkan dua sektor terkoreksi yaitu sektor aneka industri dan sektor perdagangan masing-masing turun 0,16 persen dan minus 0,05 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp557,61 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 433.261 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 6,17 miliar lembar saham senilai Rp7,27 triliun. Sebanyak 224 saham naik, 173 saham menurun, dan 153 saham tidak bergerak nilainya.

Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 235 poin atau 1,02 persen ke 23.319,6, Indeks Hang Seng menguat 110,7 poin atau 0,41 persen ke 26.786,7, dan Indeks Straits Times menguat 43,56 poin atau 1,38 persen ke 3.200,13.