BREAKINGNEWS.CO.ID - Nilai tukar rupiah melemah ke Rp13.915 per dolar AS atau sebesar 0,27 persen pada perdagangan pasar spot, Rabu (8/1/2020) pagi. Sebelumnya, posisi rupiah berada di Rp13.878 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (7/1) sore.

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen dari serangan balasan Iran kepada basis Militer AS.

Diketahui, terdapat serangan militer balasan dari Iran ke basis militer AS di Irak dengan cara menembakkan rudal, pada Rabu (8/1) dini hari.

Menurut Ariston, serangan balasan ini bisa memicu aksi saling membalas, dan dapat berujung perang di Timur Tengah, yang berpotensi mempengaruhi perekonomian secara global. "Sentimen hindar resiko akan membayangi perdagangan di pasar keuangan hari ini, termasuk rupiah. Rupiah bisa melemah hari ini, mungkin bisa ke atas Rp14 ribu per dolar AS," kata Ariston.

Selanjutnya, Ariston mengatakan harga minyak mentah yang turut naik, juga berpotensi membebani rupiah karena CAD Indonesia yang memburuk.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.900 hingga Rp14.050 per dolar AS pada hari ini.

Saat perdagangan pagi,  mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Terpantau, won Korea melemah sebesar 0,96 persen, ringgit Malaysia 0,51 persen, dolar Singapura 0,16 persen, dan lira Turki 0,16 persen.

Sementara, penguatan terhadap dolar AS terjadi pada yen Jepang sebesar 0,60 persen, baht Thailand 0,08 persen, dan dolar Hong Kong 0,05 persen.

Kemudian, di negara maju, mayoritas nilai tukar bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris melemah 0,09 persen, dan dolar Australia menguat 0,21 persen. Sementara dolar Kanada bergerak menguat 0,06 persen, diikuti euro yang menguat sebesar 0,07 persen terhadap dolar AS.

Hal serupa juga terjadi di lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual dan dibuka di zona negative

IHSG dibuka melemah 30,9 poin atau 0,49 persen ke posisi 6.248,44. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 7,54 poin atau 0,74 persen menjadi 1.007,1.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Rabu, mengatakan, ketidakpastian kesepakatan perdagangan tahap satu dan tensi geopolitik Timur Tengah yang masih tinggi tetap dapat memberatkan bagi pasar global untuk bergerak ke zona hijau.

"Sementara itu, katalis positif dari dalam negeri terbatas, ditambah saham AS pada perdagangan Selasa ditutup melemah. Akibat kumulasi sentimen negatif tersebut diperkirakan IHSG pada hari ini rentan terkoreksi," ujar Alfiansyah.