BREAKINGNEWS.CO.ID -   Tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan China berimbas positif ke lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/10/2019)  ditutup menguat lantaran aksi beli investor setelah menerima informasi  kedua negara utama dunia tersebut menemukan kata sepakat dalam pertemuan terakhir keduanya.

 IHSG ditutup menguat 11,42 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.181,01 Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 5,15 poin atau 0,54 persen menjadi 962,61.

“Pasar mengapresiasi kesepakatan dagang antara AS dengan China  meski masih bersifat parsial," kata analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji di Jakarta, Kamis (17/10/2019).

"Meskipun sentimen negatif terkait dengan meningkatnya tensi politik antara AS dengan China terkait dinamika politik di Hong Kong, kinerja penjualan ritel AS yang di bawah ekspektasi pelaku pasar, serta kinerja data neraca perdagangan Indonesia yang di bawah ekspektasi,  namun semua itu kalah dibandingkan pengaruh kesepakatan yang dibuat kedua negara.”

Di sisi lain, lanjut Nafan, potensi penurunan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) juga menjadi sentimen tambahan yang menguatkan indeks.

Dibuka menguat, IHSG menguat sepanjang sesi pertama. Di sesi kedua, IHSG sempat melemah namun berhasil tutup di zona hijau.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli asing bersih atau net foreign buy sebesar Rp208,72 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 517.084 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,17 miliar lembar saham senilai Rp9,26 triliun. Sebanyak 210 saham naik, 170 saham menurun, dan 156 saham tidak bergerak nilainya.

Kabinet Jokowi

Sementara itu, Nilai tukar (kurs) rupiah   pada Kamis sore ditutup menguat, seiring penantian pelaku pasar terhadap susunan kabinet baru Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Rupiah ditutup menguat 17 poin atau 0,12 persen menjadi Rp14.155 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.172 per dolar AS.

"Euforia pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin kembali menjadi topik utama karena pelaku pasar menunggu menteri-menteri yang akan dilantik Presiden, yang notabene 50 persen dari kalangan profesional, sehingga optimisme pasar kembali menguat dan berdampak terhadap penguatan mata uang garuda hari ini," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.

Disamping itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

"Bank Indonesia juga terus memonitor dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi dengan prediksi akan kembali menurunkan suku bunga acuan dalam pertemuan bulan November, guna mengimbangi pemerintah dalam menerapkan kebijakan strategi bauran yang saat ini telah berhasil menarik dan memantik modal asing masuk ke dalam negeri," ujar Ibrahim.