JAKARTA - Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) siap mengamankan jalannya Asian Games yang akan digelar di Jakarta dan Palembang 18 Agustus - 2 September 2018. Mereka, para fisioterapis bersedia membantu atlet yang bertanding demi meminimalisir terjadinya cedera. Ketua IFI, Mohamad Ali Imron, mengatakan, setidaknya IFI telah menyiapkan 40 tenaga ahli yang telah memiliki sertifikasi internasional.

"Kami sedang membahas ini secara intens dengan panitia pelaksana Asian Games (INASGOC). Nantinya, kami akan berada di klinik maupun di lapangan untuk langsung menindaklanjuti apabila ada atlet atau tim yang membutuhkan," kata Ali Imron kepada wartawan, Minggu (10/6/2018). “Selain menyembuhkan, kami juga harus memperhatikan kondisi dari atlet yang bersangkutan. Jika fisiknya bagus, dapat diketahui antisipasi untuk menghadapi cedera," ujarnya, menambahkan.

Bukan cuma itu, sebagai komitmen IFI, lanjut Ali Imron, pihaknya juga siap mengamankan jalannya Asian Paragames 6-13 Oktober 2018. Ditambah, rencana menjalin kerja sama dengan Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI).

"Sebagai olahraga yang syarat memaksimalkan fungsi tubuh, IFI menyadarkan betapa pentinganya seorang fisioterapis bagi klub-klub Liga 1,2,3, hingga Timnas Indonesia. Karena, jelas hakekatnya bahwa fisioterapis jauh berbeda dengan seorang ahli pijat," ujarnya Ali Imron.

Di sisi lain, IFI sendiri sudah berusia 50 tahun. Perlahan-lahan, IFI semakin menguatkan eksistensinya di masyarakat agar paham dan mengetahui pentingnya fisioterapi. Menjadi seorang fisioterapis bukan hal yang mudah. Meski sudah lulus akademi fisioterapi, seseorang bisa didaulat menjadi fisioterapis setelah melalui beberapa tahapan yaitu pendidikan khusus untuk mendapatkan tanda registrasi sebagai surat izin praktek.