BREAKINGNEWS.CO.ID – Memasuki hari ketiga proses identifikasi terhadap para korban jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610, kepala rumah sakit Polri, Komisaris Besar (Kombes) Musyafak menuturkan kalau hasil forensik untuk identifikasi melalui postmortem masih nihil.

Menurut Musyafak hingga hari kedua usai insiden kecelakaan, Selasa (30/10/2018) lalu, sudah ada 26 jenazah yang sudah dilakukan pemeriksaan serta rekonsiliasi. "Akan tetapi hasilnya belum satupun yang teridentifikasi, masih tetap nihil," kata Musyafak di RS Polri, Jakarta Timur, Rabu (31/10).

Musyafak mengungkapkan ada tiga korban yang sempat dibicarakan dan diberi banyak masukan melalui proses rekonsiliasi dan pemeriksaan tanda-tanda medis, akan tetapi karena masih kurang kuatnya data yang memberi dukungan hasilnya tidak jadi diumumkan. "Ada tanda-tanda medis, seperti tato, korban usia 3 sampai 4 tahun dan dua bayi. Namun karena data kurang kuat di-cancel untuk tunggu hasil DNA," kata Musyafak.

Tidak hanya itu, Musyafak menjelaskan Selasa (30/10) malam, sudah ada tambahan 24 kantong jenazah. Sehingga total keseluruhan saat ini ada 48 kantong jenazah yang masuk dalam postmortem RS Polri. Sebelumnya, Musyafak menyatakan kalau sebagian besar jasad korban kecelakaan pesawat Lion Air rute Jakarta-Pangkal Pinang itu sulit diidentifikasi.

Musyafak mengatakan kesulitan yang ditemui yaitu karena sebagian besar kondisi jasad yang tiba di RS Polri sudah tidak lagi utuh. Akan tetapi, dia tidak merinci bagian tubuh apa saja yang paling banyak mengisi kantung jenazah.