BREAKINGNEWS.CO.ID -  Pengacara nyentrik Hotman Paris Hutapea siap turun tangan membela Baiq Nurul, guru honorer yang menjadi korban pelecehan namun dijatuhi bersalah oleh kasasi Mahkamah Agung. Kisah pengajar di Nusa Tenggara Barat itu menjadi viral karena Nuril yang sudah menang di tahap pengadilan negeri malah dinyatakan bersalah setelah jaksa mengajukan banding dan dikabulkan Mahkamah Agung (MA).

Dalam keputusannya, MA menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menetapkan Nuril bersalah dan terancam dihukum penjara 6 bulan serta denda Rp500 juta.

Mendengar cerita yang dialami pengajar berusia 36 tahun tersebut sang advokat senior itu tergerak untuk ambil bagian, turun gunung untuk memperjuangkan  keadilan bagi Nuril. "Hotman Paris siap bantu Baiq Nuril, korban pelecehan seksual yang dipenjara dan didenda Rp500 juta," demikian pesan yang tercantum dalam unggahan Hotman di Instagramnya, @hotmanparisofficial.

Masih dari lina masa tersebut, Hotman kemudian menulis. “   Keadilan yg makin terlalu mahal di Tanah Air Kucinta, Salam dari Florence Italia utk teman setanah air yg sebahagian bernasib malang! Agar kuasa hukum wanita malang ini datang ke kopi joni! Ayok kita lawan

    A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on Nov 15, 2018 at 4:02am PST

Hotman menyatakan keadilan di negeri ini ternyata tidak berpihak pada korban pelecehan dan kekerasan seksual. "Keadilan yg makin terlalu mahal di Tanah Air Kucinta," tulis Hotman.

 Dia mengundang kuasa hukum Nuril untuk bertemu di Jakarta. Hotman ingin membahas strategi dalam membela Nuril.

"Agar kuasa hukum wanita malang ini datang ke kopi joni! Ayok kita lawan," tulis Hotman.

 Hotman juga mengajak seluruh kaum hawa memberikan dukungan kepada Nuril. Ajakan tersebut dia sampaikan lewat sebuah video yang diambil di salah satu kafe di Florence, Italia.

Selamatkan mbak Nuril! Kirim surat dukungan ke alamat: Kopi Joni cq hotman paris jln kelapa Kopyor Raya Blok Q1 no 1 Kelapa Gading Permai Jakarta Utara

Kasus ini bermula dari tersebarnya rekaman suara yang terdapat pada ponsel Nuril. Rekaman tersebut berisi ucapan diduga seorang pria yang melecehkan Nuril.

Pengadilan Negeri Mataram memutuskan Nuril tidak bersalah. Tetapi, di tahap banding, Pengadilan Tinggi Mataram menguatkan putusan PN Mataram dan menvonis Nuril dengan hukuman penjara selama 6 bulan dan denda Rp500 juta. Demikian pula pada tahapan Kasasi. Mahkamah Agung justru menguatkan putusan PT Mataram sehingga Nuril harus menjalani hukuman.

Saat ini, putusan terhadap Nuril sedang dalam proses eksekusi.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on